Jumat, 21 Juni 2019

Ukhtifillah

Harusnya kemarinnya kemarin saya bisa liat pengumuman kelolosan sesuatu. Qadarullah diundur sampai waktu yang belum ditentukan. Tapi coba tebak siapa yang degdegan? Jelas bukan saya, haha.

Orang ini, dengan terang-benderang bilang kalau dia sedih sampai becek-becek tapi saya nga peka. Dia tanya, jadi gimana? Cuek-bebek saya bales, "Lah iya, belum ngecek, ampe lupa. Aduh, degdegan," Wk.

Lalu ia lempar pertanyaan yang (sekarang) saya yakin, baginya terasa pedih, "Kalau lolos, berarti ga jadi bisa nemenin ke sana, ya?" Terus saya disuru buru-buru ngecek.

Sinyal minta dibercandain nih, batin saya, Wkwk. "Aku kayaknya lolos, deh, wkwk." Waktu itu saya nga ngeh kalau dia balesnya pakai emot sedih. Sampai dia tegesin dengan kalimat, "Aamiin, kalau iya, berarti itu yang terbaik :") Wkwk aku, bukannya seneng yak." yang lagi-lagi nga kutangkep kodenya.

Kalau kata Ust. @salimafillah,


“Ada banyak hal yang tak pernah kita minta tapi Allah tiada alpa menyediakannya untuk kita. Seperti nafas sejuk, air segar, hangat mentari, dan kicau burung yang mendamai hati. Jika demikian, atas doa-doa yang kita panjatkan, bersiaplah untuk diijabah lebih dari apa yang kita mohonkan.”

Kalau kata saya, "Yoi, benul sekali! Buktinya, Allah gariskan orang itu bersisian di sini. Nga diminta tau-tau ada." Barangkali ijabah atas doa orangtua, supaya saya dianugerahi saudari semahal ini.

Dear you, nga usah cemas.

Cemas itu capek, biar aku aja.
Kakak tenang aja, kita pasti ke sana 🙃

Love you fillah, abadan abadaa 💕

ps: bukan pengumuman wakasek koook :") wkwk, diri ini belum layak, doain ajaa :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar