Sabtu, 05 Januari 2019

Sorry to Say, but Yes

"Kadang, manusia tidak mampu melawan kenangannya sendiri." —Eyang Sapardi

Kau menemukan laut di mata kananku dan hutan di mata kiriku. Lalu pulang ialah sesuatu yang tak kukenal lagi maknanya. Lalu tentu saja, perasaan ini menyulitkanku.

Apakah aku masih rasa bersalahmu?
Tanyamu sewaktu-waktu, yang tentu saja mendebarkanku. Aku tertawa, mencairkan suasana —hatiku. Aku tahu bahwa kau tahu jawabannya. Dan aku yakin bahwa kau yakin jika aku tahu kau tahu.

Apakah aku masih traumamu?
Tanyamu, ingin tahu. Aku (nyaris) menangis. 'Ya, dan maafkan aku,' jerit hatiku. Tapi, "Bagaimana sebetulnya trauma itu, menurutmu, Bu Guru?" Lalu kau dikte perilakuku sebagai jawaban yang enggan kuaku.

Apakah aku dirindukanmu?
Tanyaku, bunuh diri, dikulum haha-hihi ngeri sendiri —dalam hati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar