Kamis, 31 Januari 2019

Sayonara, Ayah 🍃


Kamu pergi, ke tempat di mana tidak ada saya. Tak apa, luka semacam yang kamu buat ini ringan saja. Sebab saya telah kamu ajarkan kuat sejak tangis pertama. Pun saya tak menyalahkanmu, tepatnya tak mampu. Lagipula, memang bukan salahmu.

Kamu tak perlu khawatir, saya akan belajar tegar dan mandiri setiap hari. Saya akan mendoakanmu setiap menjelang pagi, menyapa Ilahi supaya hanya sebaik-baik tempat untukmu kembali. Saya akan terus memasak dan membuat kue dan menghiasnya dengan hati, untuk setelahnya dibagi-bagi. Saya akan kerjakan tugas dengan segera supaya hasilnya seperti yang kamu kehendaki. Kepada kawan, saya tidak akan lagi-lagi memaki. Kepada bunda, saya tak akan membuatnya berperih-pedih. Kepadamu, dengan dan demi ridho-Nya, saya berjanji jadi yang berbakti.
Saya tidak akan hujan-hujanan lagi, saya tidak akan malas pakai jas hujan lagi, tidak akan menunda makan, pulang malam, juga menjeda-spasi sua dengan Tuhan.

Kamu tak perlu ucapkan perpisahan, menoleh, atau melambaikan tangan. Tidakkah perjumpaan dengan Tuhan ialah yang makhluk paling idamkan? Pergilah. Bahagialah. Sayonara, Ayah 🍃

Tidak ada komentar:

Posting Komentar