Senin, 14 Januari 2019

Kenapa Naik Gunung : Dapat Apa?



Jadi, udah berapa puncak yang lu taklukkin?” kata abang-abang yang minjemin tas gunung.

Gue: em, baru dua eheheDia: alhamdulillahGue: oia, alhamdulillah, udah duaDia: dapet apa naik gunung?
*Gue mesam-mesem*
Dia: ngapa luGue: susah jawabnya, bang, undefine, banyak bangetDia: terus dapet hikmah apa?Gue: hp gue ilang di sana, heuDia: itu namanya pengalaman, bukan hikmah perjalananGue: ah, iya yaa. em, biar ... apa, ya, yang jelas bukan biar keren karena gue udah keren, wkwk. yang pertama sih dalam rangka melarikan diri, yang kedua karena diajak pas lagi kosong, gatau kenapa langsung mau. mungkin, karena jadi salah satu cita-cita infinite yang candu dari duluDia: emang lu naik biar apa?Gue: sejujurnya gatau, bang, gue gatau pasti kenapa gue begitu mendambakan napakin ni kaki di ketinggian. satu-satunya yang kebayang adalah, karena di sana gue bisa liat yang biru-biru dan yang ijo-ijo sekaligus, mereka luas dan menenangkanDia: biar lebih deket sama pencipta, itu maksudnya

Iyaa, itu maksudnyaa! Susah euy berkata-kata kalau lagi bungah ga terkira. Flashback aja udah bikin bahagia, apalagi diulang! Ahaha.

Naik gunung itu, ya, bisa nemuin kita sama diri sendiri, ngenalin bagaimana tipe orang "berdiri", memaknai perjalanan, memahami perjuangan. Kita bisa merilis bahwa kita tuh kecil banget. Alam akan bicara; kita diminta membuka mata, mendengar, dan merasa, lebih dari biasanya. Ada kala ketika tiba-tiba kalimat sesederhana 'kalau-ga-kuat-bilang-aja-ya-kita-ga-ngejar-puncak-kok-sunrise-cuma-bonus' terasa begitu hangat sampai ke saraf mata. Ada juga momen di mana niat kita jadi bercabang, belok-belok ga karuan, ga bisa dikendalikan. Emosi seperti dikipasi bisik-bisik sebelah kiri, untuk mengabaikan yang diperintahkan, untuk menunda-nunda yang diwajibkan. Percayakah?

Ada banyak hal yang lebih manis, lebih hangat, lebih romantis, lebih hebat, bikin nangis, bikin makin kuat, yang kesemuanya itu sama sekali gabisa dituang dalam bejana ketjil berbentuk kepsyen ini. Percayalah.

Kalau mau tau lebih, hayuklah saya temani. Tapi nabung dulu yaa. Biar nggak seret di perjalanan 🍂

Tidak ada komentar:

Posting Komentar