Selasa, 01 Januari 2019

Di Sebalik Hijau dan Biru



Saya suka yang hijau-hijau seperti saat di gunung. Sebab mereka ramah, teduh; menenangkan. Seperti Ibu.

Saya juga suka yang biru-biru seperti saat sampai di puncaknya. Bagaimana menerangkan langit? Apakah ia terhampar atau terpasang atau apa? Berpadu dengan gumpal-gumpal awan membuatnya nampak seperti bubur sumsum berkuah biru; manis. Seperti marahnya Ibu, yang tetap akan masak bagaimanapun bandel anaknya.

Saya tidak begitu suka yang cokelat-cokelat kecuali dalam bentuk susu. Tapi kata Ibu, hidup bukan tentang suka atau tidak suka, mau atau tidak mau. Sebab hidup tak hidup ada di tangan-Nya, mutlak milik-Nya, manut kuasa-Nya.

Bagaimanapun rasanya, lelahnya, jauhnya, terjalnya, gelapnya, sepinya, pedihnya, seramnya, bosannya, likunya, jatuh dan bangunnya; live must go on.

Lari bukanlah jawaban,hadapi,dengan senyuman,paling menawan.Because what doesn't kill you make you stronger.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar