Kamis, 10 Januari 2019

Allah Mau Kita Belajar Apa?

Afala ya'qiluun?

Allah tu gampang banget kalok mau merekayasa keadaan. Percaya, kan?

Jadi tadi pagi secara nggak sengaja nonton ceramah di story seorang kawan. Tentang mengapa sedekah jadi ibadah yang dielu-elu seandainya diberi kesempatan barang sedetik kematian ditahan.

Pendek cerita, sesampainya di parkiran kampus, menemukan selembar uang di jok motor. Alhamdulillah, bisa nebus rindu jajan susu, niatnya sih gitu.

Di depan, ada mbak-mbak kerepotan mindahin motornya di jalan sempit yang di kanan-kirinya motor ngimpit. Berasumsi bisa bantu, saya buru-buru ngantongi kunci dan lembaran tadi, iseng-iseng melonggarkan jalan dengan cara yang sama sekali nggak elegan. Yah 🍃

Selesai mengiyakan terima kasih, saya nemu lembaran yang mirip di lantai. Baru mau ngecek punya saya apa bukan, eh, ada mas-mas yang turun tangga dari lantai atas bilang, "Itu punya mas yang barusan, ya," sambil nunjuk mas-mas lain yang hampir setengah jalan turun tangga ke lantai bawah. Refleks, saya kasihkanlah. Masnya yang dari atas ngoper ke masnya yang mau ke bawah, "Mas, ini uangnya jatuh," katanya. "Oh, iya, ya? Makasih, ya." Kami balas mengangguk.

Untuk sepersekian detik saya lega, alhamdulillah. Tapi pas tangan ngerogoh kantong, "Yah, itu ... ," Punya saya, iya.

Sampai siang masih merasa ada yang hilang. Inikah rasanya ga ikhlas? Wkwkwk. Harap-harap cemas semoga diperuntukkan pada yang baik. Titip, ya, Mz!


Sampai sore masih bertanya-tanya, Allah mau saya belajar apa, ya? Dan jawabannya gece sekali. Baru kemarin dada rasanya kembang-kempis nepis gerimis karena mengkhawatirkan akademis, hari ini dengan begitu ajaibnya 'pintu' seakan terbuka lebar dan tanpa derit: lancar!

Kira-kira, Allah ingin saya belajar apa, ya?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar