Minggu, 25 November 2018

A Cat in My Eyes: Karena Bertanya Tak Membuatmu Berdosa


Kau tahu, Fahd, buku kau yang satu ini berhasil kudapatkan dengan sangat menyenangkan. Gratis, jelas, haha.

Dalam rangka memperingati Hari Guru, Departemen Pendidikan dan Penelitian BEM UNJ menutup episode program kerja dengan menyelenggarakan acara bertajuk ‘Harmoni Cinta Guru’. Terdiri dari beberapa rangkaian kegiatan, termasuk di dalamnya donasi buku, talkshow, workshop, dan bazar buku –yang terakhir itu favoritku.

Bazarnya nggak besar, sederhana saja, hanya tiga tenda kecil, tapi mampu membikin mulut-mulut ternganga mendengar keuntungan hari pertama. Selain antusiasme masyarakat kampus terhadap potongan harga yang menggemaskan, kejutannya di sini: ketika ada karyawan Unit Pelaksana Teknis Perpustakaan mampir ke booth kami guna bertanya ini-itu, yang berujung pada transaksi senilai 7,4jt!

Wahaha, syukur alhamdulillah pokoknya. Bisik-bisik kami sih, “yaa, maklum, mau tutup buku, hehe,” jadi terkejutnya cuma sebentar. Tapi sumringahnya berkelanjutan! Asik banget habis ini perpustakaan punya koleksi baru buku kayak gini, hehehe. Untungnya juga lumayan. Alhamdulillah.

Masih dalam euforia itu, Bos Buku kami, sebut saja dia Mr. Dragon, iseng kasih challenge buat para karyawannya yang lagi bertugas. Dia mention judul-judul buku yang tersebar di display, dan yang berhasil mengumpulkan terbanyak bakal dapet satu buku gratis. Radarku langsung nyala, haha.

Singkat ceerita, seru-seruan itu berakhir dengan kompetitorku sebagai pemenang. Kaget, asaan banyakan gue yang ngumpulin, cepetan gue, kok dia yang menang? Tapi realcount score kami tak terbantahkan. Aku kalaah, gajadi dapet buku graatiss, huhu. Seketika merasa kehilangan atas sesuatu yang bahkan belum jadi milik, hiyaa. Apalagi buku yang di-give away itu inceranku dari awal lihat, berkembang jadi kzl deh tuh rasa, wkwk.

Tapi karena Mr. Dragon lagi ulang tahun (ini ngasal aja, si, asumsi pribadi, haha) perbedaan tipis score kami dipertimbangkan, dan akhirnya dapet juga gratis satu buku yang samaaa! Senenggg :3

Dan inilah buku kau, Fahd. Ajib rasanya, ketemu buku kau waktu namanya masih yang dulu, hehe.

Malamnya, dia langsung kukuliti. Setelah membaca pengantar kau, aku sampai pada halaman pertama tulisan, dan kau tahu apa? Rasanya, aneh. Mengapa ya, tulisan kau seringnya terasa nyerempet-nyerempet hatiku, haha. Membacanya terasa seperti tulisan itu untukku, atau, tulisan itu aku.


A Cat in My Eyes

Sebab ini bukan kali pertama kurasa, aku memutuskan untuk menjadikan karya kau koleksi wajibku! Haha, semoga kau senang mendengarnya. Aku menantikan perjumpaan antara aku dan perasaan aneh itu lagi, hihi. Tapi...


Karena Bertanya Tak Membuatmu Berdosa

Fahd, benarkah bertanya tak membuatku berdosa? Aku pernah ingin sekali bertanya, tapi kuredamdamdam. Kupaksakan padam dengan menjawabnya sendiri, haha. Dengan segala kemungkinan yang kusetir sepositif mungkin. Ya, em, memang nggak terjawab secara harfiah, tapi dengan begitu aku harap jawaban ngasalku itu lantas jadi doa saja. Semoga diijabah-Nya, supaya demikian faktanya.

Benarkah bertanya tak membuatku berdosa? Bagaimana jika pertanyaan itu membuat orang lain yang berdosa? Tidakkah akan terseret juga aku ke muara penyebabnya berdosa?

Tapi, Fahd, sejujurnya, aku ingin sekali bertanya...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar