Selasa, 09 Oktober 2018

Cicit dari Cicitnya Cicit Sebuah Subcicit Sudut Pandang

Dari judulnya, ga salah kalau ada yang nebak tulisan ini sangat ece-ece dan barangkali un-faedah. Yeah, saya ga akan marah, hahah.

Alkisah, galeri instagram seorang kerabat isinya penuh dengan pemandangan elok. Macam jurnal perjalanannya gitulah. Envy tak terhindarkan. Mupeng tak tertahankan. Doa-doa-doa-doa-doa dipanjatkan. Hhh

Suatu kali, pada destinasi memesona unggahan terbarunya, saya hendak tinggalkan jejak iri-gemas-sekali pada komentar, "Gakuku, bagus banget parah! Enak yaa, jalan-jalan terus, kemana-mana terus," tapi urung karena responnya udah kebayang. Pastilah wujudnya begini; tawa di prolog, lalu sanggahan, "Engga kok, belum kemana-mana, masih banyak tempat yang belum dikunjungi," lalu hehe lagi atau ajakan sepik-sepik di epilog. Kalau beruntung, suka dihibur pakai mention di lokasi yang biasanya saya tutup pakai aamiin yang panjang dan penuh harap, ehee.

ini yang ngirim baru aja selese sidang skripsi tempo hari
hvft, aku akan menyusuuul!

ini sapa yaaa, hehehe, nemu di belantara dokumentasi tercecer Naya
Kalau ndak salah, dari mentemen BPH HIMA yang plesir sama Birokrat itu deh ~

tak ada yang abadi :)))

ini pemandangan dari kecamatan tetangga loh, sini main!
yang capture mentee kesayangan (pada masanya, masa SMA maksutnya)

newest, diambil dari ketinggian Sembalun.
lokasi cantik yang jadi latar ini terdampak gempa Lombok tempo hari :( GWS, Lombok!


Seperti halnya membaca, bagi sebagian orang mungkin membosankan, tapi bagi sebagian lagi justru kenikmatan. Atau hujan, bagi sebagian orang membawa genangan atau kenangan (biasanya yang sedih-sedih, pedih-pedih, perih-perih), tapi bagi sebagian lain sebaliknya: sumber kesenangan. Atau susu, bagi seorang Dissa dia musuh, bagi seorang Nilam dia seperti soju di K-Drama. Haha ha h a  h  a  ~

Atas setiap perbedaan nasab cicit dari cicitnya cicit atas subcicit semacam inilah serpihan hikmah biasanya terselip. Kalau pakai perumpamaan, semacam pecahan bola kristal di film kartun Inuyasha, pecah jadi potongan yang kecil-kecil lantas kesebar hampir ke seantero negeri(?)

Tinggal, bagaimana kita...
Bagaimana kamu?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar