Jumat, 07 September 2018

Pecah

Belum mau tidur kalau belum nyemil buku. Secuil aja biasanya ndak apa. Yang penting ada yang dibaca tiap hari. Ada yang nambah tiap hari, entah; halaman, paragraf, bab---eh, kok ini...

Jadi, saya lagi terpaksa nginep di sebuah asrama yang mereka tolak untuk disebut asrama. Mereka bilang ini tuh rumah..

Etapi jangan keburu haru. Ada lanjutannya, "Soalnya biar kalo ada yang nanya pulang ke mana, jawabnya, 'pulang ke rumah,' hahaha," zzZ.

Jadwal berlayar anak-anak asrama ini ke pulau kapuk, dibanding saya, berlipat-lipat lebih cepat: adalah hal yang harusnya bisa diprediksi dari sebwah kehidupan asrama, tapi saya tetep kaget. Yhaa begitulah. Jadi saya minta izin untuk noel-noel koleksi mereka pas nggak sengaja lihat segerombol buku seksi di sudut ruangan. Pilihan saya jatuh pada Satanic Finance dan Mahasiswa-Mahasiswa Penghafal Quran, yang mana keduanya pernah jadi buronan utama saya pada masanya.

Sampai halaman 54 Satanic Finance (dibaca duluan karena tulisannya besar-besar, biar cepet habis, haha (tapi ini seru bet, recommended dilahap di tengah kondisi ekonomi Pertiwi hari ini)), pelatuk ditarik, kantuk menjegal lirik-lirik. Tapi bukan nggak mungkin ada yang berkhianat. Buktinya, seba'da Satanic Finance ditutup, MMPQ justru dibuka! Bagoos.

Berbekal optimisme bahwa rencana-Nya tak pernah tak berakhir indah, tsaah nyalalah lampu hijau pengkhianatan atas ketuk-ketuk kantuk. Masih dalam keadaan reyep-reyep, teteup maksa baca pengantar, identitas buku, biografi penyusun, terus lompat ke daftar isi... Eh, tiba-tiba ngantuknya nggak jadi. Ada subjudul yang menarik hati, tentang rindu diimami..

Di sanalah kembara dimulai lagi. Baru satu paragraf, dada rasanya penuh. Lanjut sepotong- dua potong paragraf, dada bergemuruh. Dihampiri satu rindu saja sudah repot sekali. Apalagi banyak begini. Sesak hendak meledak. Mau ditahan sekuat apapun, air mata tetap tumpah, bikin pipi lengket dan mata basah. Saya menyerah..

Lepas membaca, kenangan lantas menyongsong kemenangan dengan memusimkan hujan yang pada jarum-jarumnya berkomposisi namamu, parasmu, marahmu, sayangmu, diammu, bahkan tanda tanganmu; semuanya. Semuamu..

Hasil gambar untuk ayah imam sholat
When we? Will we?


Kayu Jati, pukul setengah dua dini hari, nggak ngantuk lagi,
maaf yo, Pak, Kakak nggak pernah salim sama Bapak tiap pergi Senin pagi...
habis Bapak perginya pagi-pagi banget, sih, sepertiga malam juga beluman..etapi---

1 komentar:

  1. BROKER TERPERCAYA
    TRADING ONLINE INDONESIA
    PILIHAN TRADER #1
    - Tanpa Komisi dan Bebas Biaya Admin.
    - Sistem Edukasi Professional
    - Trading di peralatan apa pun
    - Ada banyak alat analisis
    - Sistem penarikan yang mudah dan dipercaya
    - Transaksi Deposit dan Withdrawal TERCEPAT
    Yukk!!! Segera bergabung di Hashtag Option trading lebih mudah dan rasakan pengalaman trading yang light.
    Nikmati payout hingga 80% dan Bonus Depo pertama 10%** T&C Applied dengan minimal depo 50.000,- bebas biaya admin
    Proses deposit via transfer bank lokal yang cepat dan withdrawal dengan metode yang sama
    Anda juga dapat bonus Referral 1% dari profit investasi tanpa turnover......

    Kunjungi website kami di www.hashtagoption.com Rasakan pengalaman trading yang luar biasa!!!

    BalasHapus