Kamis, 04 Januari 2018

L e l a h

Lelah. Kata itu sering kita ucapkan, tetapi apakah artinya?
Lelah, berarti letih, penat, tidak bertenaga. Keadaan letih setelah melakukan sesuatu yang keras. Tapi ada dua arti lain yang secara mendasar menjelaskan bagaimana lelah itu.
Lagi-lagi...

Lelah. Kata itu sering kita ucapkan, tetapi apakah artinya?
Lelah, berarti letih, penat, tidak bertenaga. Keadaan letih setelah melakukan sesuatu yang keras. Tapi ada dua arti lain yang secara mendasar menjelaskan bagaimana lelah itu.
Lagi-lagi Bahasa Indonesia, begitu baik mengabadikan makna kata-kata.
Pertama, lelah dapat diartikan sebagai keadaan logam yang direnggang-tekukkan berulang kali hingga nyaris retak. Seperti, logam aus. Seperti, logam pada per atau rantai. Rantai yang aus dan nyaris retak disebut “lelah” dalam Bahasa Indonesia.
Maka jika kita lelah, mungkin kita sebagaimana “logam lelah” itu, dibengkokkan berulang-ulang hingga retak dan nyaris patah.

Arti kedua, ialah “kejar” atau “mengejar”. Kelelahan, datang dari mengejar sesuatu. Misalnya mengejar hewan buruan, atau mengejar kendaraan. Baik yang bertujuan pun sebaliknya. Baik yang benar pun sebaliknya.
Akan tetapi jika sudah lelah, berbahagialah: berarti kita sudah dibengkokkan berulangkali hingga nyaris patah, berarti kita sedang mengejar sesuatu hingga letih, berarti kita sedang bergerak. Tidak sedang diam. Berarti kita sedang bekerja, tidak sedang diam.
Maka jika kita lelah, ucapkanlah selepas-lepasnya: ya, aku lelah! Lihat itu lampunya merah. Sejenak berhentilah. Saatnya meredam panas mesin berderu, menyimak peluit petugas Dishub berseru, menatap senja yang tenggelam malu-malu.
Tapi lihat juga itu plang bergaris merah. Larangan melipir keluar jalur serta memutar balik kemudi. Seakan berkata, “tetaplah di sini, di jalan ini.” sambil memohon dengan gengsi, padahal yang ditahan-tahan untuk terus terbendung sudah tak tahan lagi. Kerinduan menghambur peluk tumbuh menjulang tinggi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar