Selasa, 09 Januari 2018

[2/...] Hai, Apa Kabar?

Kebanyakan sahabat tercipta begitu saja. Tidak pernah tahu persis kenapa jadi dekat. Cocok satu sama lain, kompak, dan bersama-sama dengan sendirinya. Sebagian tentunya ada yang menjadi sahabat selepas pertengkaran hebat.
Bagaimana dengan kita?...



Kebanyakan sahabat tercipta begitu saja. Tidak pernah tahu persis kenapa jadi dekat. Cocok satu sama lain, kompak, dan bersama-sama dengan sendirinya. Sebagian tentunya ada yang menjadi sahabat selepas pertengkaran hebat.
Bagaimana dengan kita? Seingatku, bermula dari salah panggil kala itu. I called you kak, padahal kita sepantaran. Then you correct me, the you text me. Sangat SKSD tapi entah kenapa aku tak khawatir sama sekali, padahal kita saling asing.
Kita punya banyak kesamaan atas kesukaan, kurasa itu, iya bukan? Hobi kita sama, bacaan kita sama, penulis kesukaan pun sama. Bedanya, apa? Aku organisatoris, kamu tydac. Bahkan benci, ahahah.
Lambat laun, kita mencair begitu saja, menjadi sejoli tanpa disahkan sesiapa. Kau senantiasa jadi yang pertama kucari dan tumpahkan cerita. Pun sebaliknya.
Bahasan kita beragam; mulai dari ajakan les Bahasa Arab bersama, isu yang berkembang di sekitar, berlomba dalam pencapaian dan prestasi, hingga pilekmu yang mampet atau meler pada suatu senja. Ter-la-lu.
Lalu sebagaimana mestinya, kita pun bertengkar. Tersebab cemasmu akan tak berbalasnya anggapan sahabat karib yang kita semat malah kucandai dan menjulukimu teman komunitas! Lalu kau kesal dan membuat pesan ngambek di muka websitemu. Percayalah, mengingatnya masih membuatku tergelak.
Hari-hari berlalu dan kenang tentangmu masih begitu terang di keningku. Baru beberapa tahun, bukan? Semoga Allah perkenankan kita menyambungnya hingga ke jannah, ya!
See ya on the top!

3 komentar:

  1. كيف تريدين أن يجمع الله بينكما في الجنة وهو ليس من أهلكِ؟

    BalasHapus
    Balasan
    1. bagaimana, ya. bisa jadi penafsiran kita berbeda, Tuan/Puan. Hehe

      Hapus
    2. علي كل حال, إني رجل الذي يُذكر في هذه الرسالة

      كيف حالكِ؟

      Hapus