Senin, 02 Januari 2017

[1/...] Hai, Apa Kabar?

Ada banyak warna baru yang memejikuhibiniukan hidup, atau setidaknya diri ini belakangan. Aku harap kita bisa lebih banyak bercerita –kalau memang akan ada pertemuan selanjutnya. Kamu akan tahu mengapa aku kelihatan lebih kurus, lebih hitam, lebih suka kopi, tapi lebih suka tidur juga. Kamu akan tahu mengapa aku tidak lagi terlalu suka laut yang dulu kuanggap penawar keributan di dada, tidak lagi terlalu suka ngutak-ngatik tools di photoshop atau sedulur-sedulurnya, tidak lagi terlalu suka dengan apapun yang kalau dibahas kesannya jadi sendu. Kamu juga akan tahu kalau sekarang aku punya bekas luka di muka.

Aku juga berharap kamu kembali punya lebih banyak waktu untuk akhirnya membiarkanku jadi pendengar setiamu bertutur. Atau sekadar meladeniku melantur. Mengetahui apa-apa saja yang telah berubah darimu, dari hidupmu, dari sesuatu yang entah apa dan bagaimana bisa begitu ajaibnya membuatmu wush ~ dissappear

Beberapa kenangan tetap tinggal di tempatnya meski kita telah pergi jauh, termasuk sesuatu di kepalamu, di hatimu. Aku tahu. Aku nak ngetes ingatanmu. Ingatkah? Malam itu, sekitar dua tahun lalu, kamu terpaksa berlelah-lelah ngepit jauh demi menyenangkan adikmu yang merajuk 'nontoni penduduk bumi 'nembaki langit pakai magnesium sampai subuh.

Lonely Bicycle Painting  Leonid Afremov:
You stopped at the bridge, to told me.

Eh, soal yang sulit, ya, sepertinya. Bagaimana kalau, tentang gadis bernama Nayla, yang selalu butuh prolog panjang hanya untuk bertanya, "Hai, apa kabar?"

4 komentar: