Senin, 10 Oktober 2016

Perih(al)

Pernah. Di suatu hari di bulan ke sepuluh, ketika derai hujan begitu ramai menyelimuti bumi, seorang gadis bercerita pada langit. Perih(al) jatuh bangun dari malam ke malam memanjangkan usia keterjagaan yang enggan di(a)tangkap. Perih(al) hati yang lipatannya tak lagi rapi lepas berjuang memenangkan sebongkah dispensasi.









***

ditulis untuk memenangkan ketenangan atas diri dari kekecewaan.
juga untuk kalian, sahabat-sahabat terbaik yang menemani perjalanan.
semoga investasi kita kelak berbuah manis, ya :)


Salam sayang,

5 komentar:

  1. Bahasanya Bagus banget (y)
    Bikin yang baca ikut mikir, "apa ya maksudnya?" "ada kejadian apa ya?"

    ahihihi

    BalasHapus
  2. Semangat!!! Masih ada perih(al) yang lainnya. Usaha nilam dan teman-teman gak akan sia-sia kok. ☺

    BalasHapus
  3. Semangat!!! Masih ada perih(al) yang lainnya. Usaha nilam dan teman-teman gak akan sia-sia kok. ☺

    BalasHapus