Minggu, 31 Juli 2016

Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa: Ramuan Ajaib

"Dahulukan ilmu baru amal."

Jakarta, (17/07) - Berangkat dari pepatah yang sumbernya entah, akhirnya Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa Universitas sampai pada tahap amal. Sebanyak-banyak dan insya Allah sebaik-baik ilmu sudah didulang pada rangkaian sebelumnya, baik part I pun part II.

Berlokasi di Taman Pemakanam Umum Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur. Tepatnya di Kampung Rawa Wadas, yang selanjutnya disingkat Rawadas. Spesifiknya di RT 02 RT 003, pada dua petak tanah yang memanggil-manggil untuk menagih janji abdi.


pintu masuk utama

Taman Pemakaman? Iya. Kalian tidak salah baca, saya tidak salah ketik. Masih di kawasan TPU Pondok Kelapa, bertetangga dengan ratusan warga yang bertempat tinggal di bawah tanah, masyarakat Rawadas hidup rukun dan haus akan ilmu pengetahuan! Tidak percaya?

Setelah ditilik dan dikulik, masyarakat yang bermukim di sana begitu spesial. Dengan segala keterbatasan yang ada, sama sekali tidak menyurutkan langkah untuk meredam kehausan akan ilmu dan membuka seluas-luasnya jendela dunia.

Di perbatasan TPU dan pemukiman, berdiri sebuah bangunan semi-permanen di atas sebidang tanah berukuran kurang lebih 4x5 m2 yang setiap siangnya ramai akan suara anak-anak mengaji alif-ba-ta dan setiap malamnya riuh akan salam yang memilin erat silaturahim para ayah.

Berbekal asupan ilmu yang bergizi dari PKMU I jilid 1 sampai 3, disambung PKMU II  jilid 1 dan 2, maka jadilah PKMU 3 jilid 1 sampai 7 yang spektakuler. Materi demi materi, teori demi teori yang sebelumnya sudah didapat diramu dan dimasak dalam PKMU 3. Agar hasilnya kemudian dapat dikinmati bersama. Bersama siapa? Bersama semua yang terlibat tentunya, mulai dari peserta, panitia, juga warga sekitar, serta masyarakat yang lebih luas.

Bagaimana bisa? Mudah saja. Ramuan yang disiapkan panitia dengan amat apik itu alhamdulillah dapat diracik para peserta dengan cukup baik pula. Yaa, meskipun di tengah proses memasaknya terdapat satu-dua lusin kendala.

on the way Rawadas :)


Peserta
Sebagai pelaku utama, para peserta sepakat untuk menjadi abdi masyarakat. Dimulai dengan jalan-jalan semi-santai sambil melakukan pengamatan dan analisis lingkungan serta kebutuhan, kemudian dengan diskusi terhadap aksi nyata apa yang akan digarap bersama, dan tentu saja dilanjut dengan penyusunan rencana strategis.

Di antara sekian banyak permasalahan dan solusi yang berterbangan di atas kepala, akhirnya mengerucut jadi dua fokus utama, yakni perbaikan Saung Belajar serta pembangunan bak sampah.

Peserta melakukan apa saja yang perlu dilakukan untuk mewujudkan keduanya jadi nyata. Mulai dari pembentukkan mini-panitia, penggalangan dana, mendesain media, merancang pengajaran, menyusun acara penutup, menghubungi pengisi acara, mencari bahan pelatihan keterampilan, mengetuk pintu demi pintu untuk menyebarkan sosialisasi, mengajukan nama relawan proyek sektor 1 (memperbaiki saung) dan 2 (membangun bak sampah), mendata menu masakan, memastikan semua partisipan tercukupi kebutuhan fisiknya, mendata anak-anak, mendata ibu-ibu, mendata bapak-bapak, merancang anggaran dana, mencatat setiap kemaju-munduran progres, mengunpulkan kenangan (baca: dokumentasi), menjaga komunikasi, menjaga ruhiyah saudara-saudari, saling mengingatkan akan kebaikan, mempererat silaturahmi, dan hal-hal menakjubkan lainnya.

before
penyemenan bata pertama ~
mulai merenovasi


Mini-Panitia
Tidak ada nama resmi yang menaunginya. Namun nampaknya tidak berdampak pada totalitas berkontribusinya. Pengabdian Masyarakat yang berjalan selama kurang lebih tujuh hari itu dikemas oleh Mini-Panitia ini sebaik mungkin. Ditunjuklah divisi-divisi demi menyukseskannya, mulai dari acara, hpd, keputrian, perlengkapan, konsumsi, sekretaris, bendahara, dana usaha, dan tentunya koordinator pelaksana.

tukang sektor 1 + mandor
praktek IPA :D
masak masak goreng goreng tumis tumis...
airnya, qaqa ~




Panitia
Sebagai fasilitator, panitia standby memastikan peserta melakukan semuanya dengan baik dengan tidak melakukan pelanggaran terhadap ketentuan yang telah disepakati bersama. Menjawab pertanyaan dan kebingungan peserta, menjalin hubungandan komunikasi yang baik dengan peserta-warga-BEM UNJ-birokrat UNJ, mengingatkan tujuan utama, memberikan support-ide-kritik-saran-semangat-doa, dan tentunya bertanggung jawab atas pelaksanaan pengabdian masyarakat yang dieksekusi oleh peserta.


koordinator acara sedang memberikan arahan


Warga sekitar
Sebagai tuan rumah, respon warga sekitar begitu membuat semangat dan rasa percaya diri peserta meningkat! Memekarkan rasa optimis dan menguarkan kenangan manis yang, umm, unforgetable bagi peserta.

Turun tangan. Adalah dua kata ajaib dibalik itu semua. Setiap kegiatan yang disusun mini-panitia hampir tidak pernah alpa dibantu para warga. Sebut saja proyek sektor satu misalnya. Beberapa kepala keluarga ikut memegang gergaji, memotong kayu, memasang asbes, mengukur ini, melakukan itu, dan macam-macam pekerjaan lain secara bersama-sama dengan para peserta.

Setali tiga uang dengan yang terjadi di sektor dua. Di sana para lelaki tangguh bahu-membahu memegang cangkul, mengaduk semen, meratakan gunungan sampah, merasa haus dan tertawa bersama, merasa lapar dan keringatan bersama, semuanya. Semuanya..

Menyediakan sementara teras untuk anak-anak mengaji anak-anak, membekali ibu-ibu keterampilan membuat kerajinan tangan, meminjamkan kompor dan mensubsidi gas elpiji, dan lain sebagainya. Dan lain sebagainya.
warga sekitar....Bekasi
makan, pak :D
pinjam terasnya, yaa, bu..
eh, dek, dek...
kanan, kiri, yaa, op!

synergy in action :D


Masyarakat yang lebih luas
Karena tidak bersentuhan langsung, bukan berarti masyarakat di luar Rawadas menutup diri. Bala bantuan yang diberikan juga para peserta artikan sebagai bentuk partisipasi dan bentuk nyata dari rasa peduli.

Bentuk lebih nyatanya lagi ialah berupa sumbangan donasi, memindahtangankan buku-buku milik pribadi, membantu menyebarluaskan informasi, meminjamkan bahkan memberikan secara cuma-cuma barang yang hendak dipakai, mendoakan, bertanya, menyumbangkan ide, mengisi asupan semangat, dan memberi kado terindah, yakni kehadiran :)

alif-ba-ta-tsa-jim-ha
tusuk-tarik-tusuk-tarik
walau badai menghadang !
tak sabar, tak sabar :3






Tangan-tangan kecil kami bukan apa-apa tanpa bantuan teman-teman semua :)
Lihat senyum di wajah mereka? Itu ukiran kita bersama, bukan kami saja. Kita. Sekali lagi kita. Iya, kita. Kaki-kaki kecil mereka akan lebih lama menjejak karena bahagia. Sungging senyum mereka akan lebih lama merekah di wajah. Kerjap mata mereka akan lebih lama menatap buku-buku, ilmu, berbumbu kenangan manis itu..

Terima kasih, semua :)
Donasi sejauh ini terkumpul dalam bilangan yang tidak sedikit, puluhan juta, kabarnya. Hampir menyentuh angka tiga puluh, bahagianya! ^^

Kini tempat belajar mereka tak lagi bocor ^^
Sampah rumah tangga mereka pun kini punya tempat berpulang bersama :))
Semoga tak banjir lagi, yah ^^

bak sampah sektor dua
tampak depan apa samping yah, ini..
racikan ramuan ajaib









Harusnya jadi tugas jurnalistik PKMU 3 tapi sepertinya gagal subjektif (-"-)v
Nur Aini Nilam Sari
Manajemen Pendidikan 2014
Kelompok 7

2 komentar:

  1. العلم قبل القول والعمل

    Al-Ilmu, Qoblal Qouli wal Amali.

    Ilmu, sebelum berbicara dan beramal. Bab tersendiri yang ditulis oleh Imam Al-Bukhoriy dalam shohihnya..

    ^quote yang di atas sendiri

    BalasHapus
    Balasan
    1. jazaakallahu khair. sepertinya saya tahu Anda siapa, haha. moga senantiasa diberi pertolongan yah ~

      Hapus