Senin, 25 Januari 2016

Catatan Kecil Peserta Sidang

Berada dalam lingkungan yang dekat dengan media, membuat diri sedikit banyak belajar, betapa penting arti sebuah arsip. Hubungannya dengan media? Dokumentasi, sure.

Sebelumnya, perlu diketahui bahwa dokumentasi tidak sesempit sapuan lensa kamera. Lebih dari itu, terlebih dengan pesatnya perkembangan teknologi yang ada saat ini, dokumentasi rupa-rupa wujudnya. Hardcopysoftcopy, kertas, pita kaset, file elektronik, dan lain sebagainya. Namun, yang paling populer (dan umum) yaa, produknya lensa itu tadi; foto/gambar.

Tertanggal 22 Januari. Dengan kaki yang begitu berat melangkah, saya memutuskan untuk tetap pergi. Pergi? Iya, pergi. Semata-mata untuk memenuhi permintaan pimpinan saya dalam suatu organisasi untuk mewakilkan kehadirannya dalam suatu agenda.

Tunggu. Kaki? Saya takut kalau yang hendak saya ketik sebenarnya adalah hati. Atau... Ng, sudahlah.

Agenda yang dimaksud tak lain ialah agenda super sakral, Sidang Umum Majelis Tinggi Mahasiswa (MTM) bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) tingkat universitas periode lalu. Sakral, karena merupakan awal sekaligus akhir, dari sebuah pijakan perjuangan. Singkat kata, saya diminta menjadi saksi dari berpindahnya tongkat estafet kepemimpinan kakak-kakak hebat saya. Eh, maksudnya, kakak-kakak hebat kampus, kakak-kakak hebat umat. Tsah ~

Agenda sidangnya banyak. Eh, 25 itu udah banyak belum, ya? Selain sosialisasi amandemen AD dan ART Opmawa, ada sekitar tujuh PO yang juga turut dibahas amandemen serta penetapannya. Mayan bingit ~

Kalau pertama ikut sidang dulu rasanya ngantuuuk banget, tapi kemarin alhamdulillah, ng, ngantuk juga sih, cuma dalam porsi yang lebih kecil. Ceritanya hasil belajar dari pengalaman. Lagi pula, sayang kalau udah dateng jauh-jauh, makan waktu berhari dan malam, apalagi diutus jadi delegasi pimpinan, tapi sidangnya dilewat dengan nahan-nahan ambruknya kepala. Dapet apa? Ya, nggak ada.

Saya dengan *ehem* rajin mencatat waktu berlangsung dan berakhirnya satu per satu agenda sidang, yang ketika berlangsung rasanya lamaaa sekali. Tapi begitu selesai, "eh, udah agenda kesekian aja." atau "eh, udah jam segini aja," atau "wah, udah ganti hari aja," dan atau-atau lainnya.

Eh, tahu-tahu sudah hari Minggu. Tertanggal 24 Januari, sidang dimulai pukul 06.00 (lewat sedikit, oke, kali ini saya lalai mencatat dengan teliti waktunya) WIB. Eh, tahu-tahu sudah jam setengah delapan, tahu-tahu agendanya sudah ganti jadi laporan pertanggungjawaban...

Belum Bogor namanya kalau belum sering turun hujan. Pun dalam momen pembacaan pendahuluan. Rintik-rintik kristal itu pelan-pelan berjatuhan. Tapi uniknya nggak sama sekali membuat peserta (dan mungkin juga panitia) sidang kedinginan. Di dalam ruang sidang, hawanya justru hangat.

Saya menyebutnya LPJ rasa strawberry. Habis, manis, sih. LPJ-nya, ya, yang manis. LPJ-nya. Semanis "kartu-kartu" yang dibuka, yang isinya tingkah-tingkah nyeleneh, perilaku aneh. Semanis julukan-julukan kesayangan yang diberikan. Semanis kenangan. Semanis kehangatan keluarga. Sampai-sampai banyak kutipan yang saya salin di balik lembar PO Permusyawaratan. Aduduh, siapalah saya sampai ngetik begini. Tapi, gimana ya, emang manis. Manis...


LPJ yang isinya selai strawberry. Ditulis dengan begitu romantis. Dibaca dalam iringan gerimis, sesekali terdengar isak tangis. Air mata nano-nano; sedih, bahagia, syukur, rindu (?), berjatuhan di pelataran pipi mereka, kakak-kakak hebat itu. Kakak-kakak yang selalu siap kecewa, yang senantiasa menjadikan amanah terasa ringan dengan kelapangan hati serta sabar tak bertepi.

Dan salah satu yang paling paling bikin senang adalah dihadiahinya Departemen Sosial Politik sebagai departemen terbaik dengan nilai A! Yeay! Barakallah, keluarga ^^

Besides, barakallah atas S.Ag-nya, ya, Pak Kadept. Barakallah juga atas S.Sos-nya, Kak Vina yang paling perhatian! Salut! Bahkan di momen sesakral itu, Kak Vina justru pulang sebelum LPJ dibaca. Loh kok? Usut punya usut, katanya mau ke Comdev. Ululu, hatinya terbuat dari apa sih, Kak? :3

TAPI ada juga hal yang meninggalkan sesal. Karena haru-haruan kemarin, rasanya enggan betul menjalankan tupoksi sebagai kader media. Malaaas sekali berdiri atau setengah berdiri, atau bahkan sambil duduk, menjepret momen. Nanti ajalah, pikir saya, lihat di timeline media sosial. Pasti hasilnya lebih apik. Loh kok? Entahlah. Keputusan yang keliru sepertinya. Kembali ke paragraf ketiga tulisan ini, itulah yang membuat kaki awalnya berat berangkat. Menjadi saksi berarti melihat dan mendengar segala proses yang terjadi. Termasuk ketika status demisioner akhirnya mereka sandang dengan resmi.

Walaupun nggak begitu dekat, saya masih terhitung bagian dari mereka. Iya, bagian kecil aja sih, tapi, dalam barisan Green Force, underbow Departemen Sospol. Kecil banget, ya? Iya, makanya. Agak sungkan sebetulnya sok ikut motret-motret sekalipun bisa berdalih di balik peran sebagai media center di himpunan. Tapi kalau dilewat, yaa, sayang juga. Makanya sekarang....

Jadi, nggak apa dong, ikut merasa berat? Merasa sedih? Merasa haru? Bersyukur dan menyemai bibit rindu? Eh, tapi boleh nggak, ya, ngaku-ngaku gini? Hmmm...

At least, izinkan saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya untuk Kabinet Inspirasi. Kalian benar-benar menginspirasi \(^^)/

Setali tiga uang untuk Kakak-kakak MTM. Apresiasi setinggi-tingginya! Terima kasih telah mengizinkan butiran debu seperti saya menjadi peserta dalam agenda tahunan kalian. Kalian keren banget! Saya jadi punya banyak sosok baru untuk dikagumi. Anyway, konsumsinya enak-enak ^^v Makasih, yaa, Kak, hehe

Untuk kakak-kakak hebat baru; Kak Bagus, Kak Dicky, beserta jajaran; Kak Rina, Kak Gusti, Kak Nesya,beserta jajaran; barakallah wa innalillah. Semoga Allah kuatkan pundak kalian, kokohkan pijak kalian, lapangkan dada kalian, besarkan hati kalian, dan selalu dalam lindungan. Selamat menunaikan amanah, Kak! Jangan lupa bahagia ^^v



Hidup Mahasiswa!
Viva Legislativa!





pengambilan sumpah

barakallah, sospol ^^

penyerahan LPJ

terima kasih, Kakak MTM :))

penyerahan simbolis kepemimpinan MTM kepada PJs

Tidak ada komentar:

Posting Komentar