Kamis, 19 November 2015

(Nay's) Behind the Scenes

Jadi orang di balik layar itu nggak enak. Dunia nggak akan peduli kontribusimu karena kamu nggak keliatan! Dunia mana tau jatuh bangun kamu. Dunia mana peduli nggak tidurnya kamu. Nggak dengar tangismu. Nggak liat mata panda berkantungmu.

Tapi di saat yang sama, dunia juga nggak liat senyum lega tulus ikhlas kamu. Nggak dengar doa sabar syukur kamu. Nggak tau kalau "tanpa kamu" berarti hambatan.

Tapi itu semua cuma akan mungkin kalau dunia yang jadi orientasimu. Lain halnya kalau kerja keras kamu berangkat dari ikhlas, insya Allah tuntasnya berkelas.

Hei, jadi orang di balik layar itu tantangan! Dunia nggak perlu tau itu. Kamu bebas berekspresi, bebas bergerak dan berinovasi. Kamu bebas jadi diri kamu sendiri karena itu hak kamu! Buat apa pusing-pusing mikirin dunia karena, toh, mereka nggak liat kamu, nggak ngerti kamu.

Jadi, orang di balik layar itu aslinya justru keren! Iya, keren. Dunia pikir kamu supporting partner, padahal kamu silent leader. Dunia mungkin memandangmu dengan mata sebelah, tapi kamu terus berkiprah dan merendah. Karena kamu paham, langit mustahil punya dua matahari.


behind you

6 komentar:

  1. “Renungkanlah bahwa hidup ini sesungguhnya indah. Jangan disesali agar keindahannya bisa dirasakan” Gemerlap dunia memang indah. Berbagai kenikmatan di dalamnya juga dapat melenakan. Bagi orang-orang yang tidak meyakini akhirat, kenikmatan dunia adalah segala-galanya. Seandainya bisa, niscaya mereka akan mengejarnya hingga habis tak bersisa. Namun sayangnya, mereka tidak menyadari bahwa sikap itu akan berbuah sengsara. Di akhirat kelak, siksaan pedih akan didapatkan. Berbahagialah orang yang menjalani kehidupan dengan panduan petunjuk-Nya.
    Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu lebih mulia daripada mereka di hari kiamat. Dan Allah memberi rezeki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas (QS al-Baqarah [2]: 212).
    “Apabila umatku sudah mengagungkan dunia maka akan dicabutlah kehebatan Islam.... (HR.TIRMIDZI)

    Barangsiapa yang (menjadikan) dunia tujuan utamanya maka Allah akan mencerai-beraikan urusannya dan menjadikan kemiskinan/tidak pernah merasa cukup (selalu ada) di hadapannya, padahal dia tidak akan mendapatkan (harta benda) duniawi melebihi dari apa yang Allah tetapkan baginya. Dan barangsiapa yang (menjadikan) akhirat niat (tujuan utama)nya maka Allah akan menghimpunkan urusannya, menjadikan kekayaan/selalu merasa cukup (ada) dalam hatinya, dan (harta benda) duniawi datang kepadanya dalam keadaan rendah (tidak bernilai di hadapannya)“ (HR Ibnu Majah (no. 4105), Ahmad (5/183), ad-Daarimi (no. 229), Ibnu Hibban (no. 680) dan lain-lain dengan sanad yang shahih, dinyatakan shahih oleh Ibnu Hibban, al-Bushiri dan syaikh al-Albani.)
    “Jangan biarkan kesedihan memenuhi ruang hatimu karena kebahagiaan tidak mungkin bertamu”

    BalasHapus
  2. Berada di balik layar memberikan kenyamanan tersendiri tau. Hahaha. Langit ga pernah bilang bahwa ia tinggi ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulillah, partner di balik layarnya kayak mereka. created sweet moment :)
      danke, eyang ^^

      Hapus