Minggu, 01 November 2015

Anatsu Kyoushitsu

Anatsu Kyoushitsu

Belajar emang bisa dari mana aja. Salah satunya dari film. Anatsu Kyoushitsu misalnya. Dari 22 episode yang saya lahap semalam suntuk padahal lagi UTS, banyak banget materi kuliah Teori Belajar dan Pembelajaran, Manajemen Kelas, Manajemen Peserta Didik, Manajemen Lingkungan Pendidikan, dan maaasih banyak lagi mata kuliah ke-MP-an lain yang bisa ditonton pengaplikasiannya di anime ini.

Lepas dari fakta bahwa anak-anak yang ia ajar berlomba-lomba membunuhnya karena berencana menghancurkan bumi, Koro-Sensei dengan kecepatan 20 Mach uniknya mahir memadupadankan banyak teori dalam pengajaran. Mulai dari kognitif, behaviorisme, humanistik, dan kontruktivistik. Emang bisa gitu? Jelas, bisa! Ia menganalisis kelebihan dan kekurangan muridnya satu per satu dan memberikan soal ujian yang berbeda untuk mereka, sesuai dengan apa yang muridnya kuasai.



baru masuk kelas udah nodongin senjata -_-


Manajemen Kelasnya canggih. Tetap profesional bagaimanapun keadaan. Guru yang suka mengubah warna wajah sesuai mood ini bisa bikin peraturan kelas yang efektif menahkodai kelas 3 E yang disebut-sebut kelas buangan sama sekolahnya sendiri, sampai-sampai bangunannya aja dipisah jauh di atas gunung -_-


Manajemen Peserta Didiknya juga keren banget! Bisa-bisanya guru yang entah makhluk apa dan datang dari mana merebut hati murid-muridnya. Mana konyol pula. Sempat-sempatnya membangun Istana Osaka pakai pasir, ganti baju, dan nyiapin upacara minum teh selagi murinya pemanasan di mata pelajaran olahraga. Apa yang diajarkan begitu bermakna, konstruktivistik banget. Percaya diri muridnya yang terdiskriminasi di kelas E bisa didongkraknya naik. Prestasinya? Jangan ditanya. Walaupun nggak berorientasi hasil melainkan proses, murid-murid kelas E banyak yang tembus peringkat 50 besar seangkatan dalam mata-mata pelajaran tertentu.


ceritanya gemes sama Koro-Sensei
baru ditinggal pemanasan sebentar...

Dan Manajemen Lingkungan Pendidikanlah yang paling jadi tantangan. Lebay nggak sih, itu sekolah, sampai misahin kelas di atas gunung segala. Kesan buangannya hidup banget. Fasilitas nol, aksesibilitas nol, tenaga pendidik + kependidikan nol. Yang ada malah wali kelasnya monster, guru olahraganya intel, guru bahasanya pembunuh profesional. Dan yang paling paling, mereka sekelas dipaksa mengemban amanah Departemen Pertahanan dan Keamanan Negara untuk membunuh Koro-Sensei, sang wali kelas. Tapi ajaibnya makhluk nggak jelas itu tetep bisa ngajar dengan baik dengan mencipatakan situasi dan kondisi kelas yang kondusif.


no comment -_-

Gokil! Harusnya pertanyaan nomor dua di UTS TBP kemarin saya pakai contoh ini aja, ya!? Hahaha. Entah karena emang filmnya yang anti-mainstream atau latar belakang kuliah di Manajemen Pendidikan, menurut saya film ini edukatif banget, cocok buat para pendidik dan calon pendidik. Banyak pelajaran yang bisa didapat. Banyak kata mutiara yang bisa dikutip. Banyak tokoh yang ketje. Banyak-banyak doa supaya guru-guru kita di Indonesia bisa belajar dari tokoh guru yang nggak bisa dibunuh itu. Tapi jangan nanya gimana endingnya, ya. Mending nonton aja sendiri. Highly recommended! :)))

4 komentar:

  1. Tonton geh semuaaa.. seriussan ini Anime keren ^^
    "Sumua murid memiliki kemampuan yang berbeda-beda... jadi mereka perlu diperlakukan khusus di setiap individunya"
    Nurufufufufufu~

    BalasHapus