Senin, 31 Agustus 2015

Someday, Somewhere

someday we will...

Awan : "Masih ingin ke sana?"
Hujan : "Ng, sejak kapan kamu di situ?"
Awan : "Cukup lama untuk seseorang yang suka bercerita,"
Hujan : "Maksudnya?"
Awan : "Haha, sudahlah lupakan. Jadi, masih ingin ke sana? Sebenarnya sejak tadi lidahku sudah gatal ingin bertanya mengapa gambar itu hanya ditatapi saja."
Hujan : "..."
Awan : "Ok, I got it."
Hujan : "Entahlah, Awan. Bukankah jika aku benar sampai di sana, semua keindahan ini tidak akan kulihat? Kedatanganku tentunya akan menutupi rona senja, memaksa burung-burung itu berteduh mendarat, menepikan kaki-kaki penduduk yang tadinya berlalu-lalang."
Awan : "Kamu tahu, tidak sepenuhnya yang kamu katakan itu benar. Everything happen for a reason.
Dialah yang telah menurunkan air hujan dari langit untuk kamu, sebagiannya menjadi minuman dan sebagiannya (menyuburkan) tumbuh-tumbuhan, yang pada (tempat tumbuhnya) kamu menggembalakan ternakmu. Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanaman-tanaman; zaitun, kurma, anggur, dan segala macam buah-buahan.
Tidakkah kamu rasakan betapa istimewanya kamu?"
Hujan : "Aku tahu itu ayat yang indah. Salah satu kesukaanku, An-Nahl ayat 10 sampai 11. Tapi"
Awan : "Aku rasa tidak akan ada tapi jika kamu benar-benar memahami."
Hujan : "Aku mengerti, Awan, hanya saja"
Awan : "Katakan padaku apa yang menghalangimu?"
Hujan : "..."
Awan : "Kita akan bertemu di sana, Hujan. Percayalah!"

***


Dengan segala optimismemu, kenapa harus bertemu? Kenapa tidak sekalian saja kau ajak aku? Andai tidak ada senyum itu...

2 komentar:

  1. si hujan ini kurang percaya diri kali ya, di pikir dirinya menyusahkan orang...

    BalasHapus
  2. It is not the place. It is the "cloud". Hahaha. This one is my favorite. It is implied so deep.

    BalasHapus