Jumat, 19 Juni 2015

Tetralogi Pusara

sumber

I
Hujan menebal jendela
Kau depanku bertudung lembayung
Meniup-niup kaca
Menggurat-gurat kata

Kau bilang itu kita
Aku lihat itu pusara







II
Saban pagi kurobek ujung langit
Kutulisi namamu
Kulesakkan ke kantongku

Sorenya kuambil lagi
Untukku
panggang sepi-sepi
Sampai mati
  






III
Aku tak bisa tidur
Caya
Caya
Caya
Aku silau
Mata perih
Bekas kelilipan abu
kremasi.







IV
Sudahkah pernah kubilang
kalau kau pandai mengarang
kembang-kembang?









Jakarta, 3 April 2015

1 komentar:

  1. menyendukan. kok dibagi ke beberapa part... ini termasuk karya sastra apa nih.. puisi kah?

    BalasHapus