Jumat, 20 Februari 2015

(Nay's) DUDU

ingat ini, Rul! ingat ini.


D        :
Nayla

U        :
Nurul

DU     :
Hai, Sahabat! Apa kabar? Semoga kondisi nenekmu kian baik. Aamiin. Ini semacam surat terbuka, ya? Awalnya sudah kuketik beberapa kalimat pada badan e-mail yang beralamatkan kamu, tapi urung. Tiba-tiba aku nggak mood. Hmm…

Aku sibuk, kamu sibuk. Kita sibuk. Mari buat lelah jadi lillah, insya Allah berkah, kata seseorang yang aku lupa siapa.

Hei, kamu tahu tidak, setelah perpisahan kedua ini kita resmikan beberapa hari lalu aku jadi sepi. Tapi heh! Jangan ge-er, ya! Aku cuma kehilangan tempat curhatku. Kenapa pula ketika diresmikan malah justru terasa aneh. Padahal alasannya sama. Dan semakin aneh ketika aku harus repot-repot menulis DUDU konyol ini, sementara PING!!! di medsos cenderung lebih mudah. Dorongan intuisi, mungkin. Wallahu a’lam. Dan batasan-batasan yang belakangan sering kita diskusikan dalam khawatir yang diam-diam menggenggam, tentu saja.

Eh, tapi aku mulai terbiasa, sih. Mulai bisa dan biasa. Hitung-hitung latihan manajemen hati mandiri. Jadi dokter dan psikiater untuk diri sendiri. Di samping itu, kamu jadi nggak bisa lagi seenaknya nyalahin aku atas keterlambatanmu masuk ke kelas dengan dalih membalas chatku. Hahaha ;p

Aku senang kita masih diingatkan dan diperhatikan-Nya. Semoga selalu dalam koridor-Nya, ya. Aamiin :)

Sebelum akhir kata, aku mau mengingatkan kalau aku pernah titip salam untuk idolamu. Jangan lupa sampaikan, ya! --,


Akhir kata, sampai jumpa di cerita hebat masing-masing dari kita, ya. Aku akan pastikan ceritaku lebih seru dan keren dibanding kamu *smirk*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar