Jumat, 09 Januari 2015

Ra Titip Surat untukmu, Kak.

Ternyata aku urung bertanya. Tidak ada yang perlu dijelaskan. Apa yang belakangan kutemui sudah cukup menyakitkan. Entahlah. Aku bahkan heran kenapa masih bisa merasakan..

Mungkin kau kesepian?
Jika iya, aku ada saran, berhentilah merayakan pelangi sendirian. Hapus sekalian. Sapu bersih kenangan yang berserakan. Yang bersih! Jangan sampai ada yang ketinggalan..

Bukan sebaliknya, berbagi sembarangan. Kalau memang istimewa, tidakkah kau asumsikan dengan sedikit perhitungan?

Sungguh, maaf. Aku hanya minta penjagaan, yang santun dan manis. Bukan pedih dan tragis. Sesederhana itu. Sesederhana tulisan ini.









Dariku yang ternyata berdebar pilu,
Ra

sumber

2 komentar: