Kamis, 25 Desember 2014

Suara

Petang ini, yang bisa dilakukan jari-jemari hanya memainkan ujung jilbab. Mata hanya menatap kosong jendela yang lembap. Kosong? Tidak juga. Ada rindu yang menari di kacanya.

Tak ada yang sesibuk hidung, mengatur keluar-masuk udara menuju paru-paru buru-buru. Atau bekerja sekeras jantung, mengerem kebut denyut yang terkejut menuju surut. Semua sebab satu kata. Hanya satu kata. Di awal. Menggema. Merangsang mekar kembang-kembang. Memancing kepak kumbang-kumbang.

Sementara itu, selaksa kupu menari di perutku.


sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar