Jumat, 26 Desember 2014

Pertemukanlah...

Duhai ibunda kota Mekah yang mulia hatinya, ingin sekali rasanya tubuh ini cicipi hangatnya dekapmu. Rindu hati ingin bertemu. Rindu akan jubah kasihmu yang menenangkan.

Bunda, aku ingin tidur dipangkuanmu sambil dibelai rambutku dengan sisir gading oleh tangan lembutmu. Ingin lihat seperti apa rupa wanita berhati setegar karang yang melegenda itu. Aku tidak ingin mudah berlinang air mata sepertimu. Aku ingin punya imun-imun untuk tersenyum semelimpah dirimu.

Ajari aku, Bunda. Ajari mataku untuk tetap menyuguhkan senyum manis kala hati meringis. Ajari aku tetap murah tawa saat sebilah belati menancap tepat di dada. Membuat nganga luka. Ajari aku menelan jeritnya. Meredam rintihnya. Membalut sendiri duka-duka. Aku sungguh rindu akan jumpa, duhai Bunda.

Malam ini hujan turun, Bunda. Maka biarkan kujalankan ritualku. Mengaminkan tangkup demi tangkup penuh harap akan pertemuan yang belum kunjung digelar. Meski sebatas mimpi, Ya Rabb, kumohon, pertemukan..
sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar