Sabtu, 27 Desember 2014

(Nay's) Suara


Tok tok tok tok! "Teman-teman, mohon perhatiannya sebentar, bisa? Kita semua sudah besar, kan? Ingat titel. Kita mahasiswa, bukan siswa TK,"

Adalah Nayla, sumber suara yang mengetuk-ngetuk papan tulis dengan spidol, galak.

Sesaat masih tersisa kasak-kusuk dari peserta rapat sebelum pada akhirnya benar-benar hening. Nayla mengangguk pelan, "Silakan, Res,"

"Ya, terima kasih, Nay," kata Restu setelah membalas anggukan. "Jadi konsep kita sudah fix ya, teman-teman. Eksekusi di Sabtu, 24 Januari 2015...,"

"Ng, tadi Aris bilang apa, Nay nggak dengar, maaf," bisik Nayla di belakang forum --secara geografis sebenarnya di depan forum.

"Aurat, Nay," kata Aris, nyengir.

"Eh?" Bak tersambar petir, Nayla kaget. Pernyataan Aris --yang disampaikan dengan cengengesan-- menyentilnya. Membuatnya diam dan tenggelam dalam lamunan.

"Tapi, Ar, itu kan kalau dilembut-lembutkan, narik perhatian, gitu," lanjut Nayla, membela diri.

"Iya, Nay. Tahu, kok," kata Aris, masih nyengir, jelas benar menggodanya.

Jemari Nayla memeluk pena, kembali berkutat dengan pekerjaannya sebagai pembantu Restu, sang Project Officer pada acara tahunan Expo Campus di SMA.

Ya, tadi aku teriak. Suaraku menggema sampai ke sudut ruangan. Iya, ya, aurat wanita, kan, nggak sebatas seluruh... Tapi, kan, tadi aku teriaknya macam sedang aksi jalanan. Bukan dilembut-lembutkan, apalagi ditujukan untuk, ah, geli aku mengucapkannya. Maksudku, memikirkannya. Maksudku, mengucapkannya dalam pikiran. Ah, sudahlah. Tapi setahuku, sih, tidak apa-apa. Tapi, teriak, apakah? Astaghfirullah, ternyata ilmuku belum ada seujung kuku... Batin Nayla, melepas sepaket napas dengan berat.



sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar