Minggu, 20 Juli 2014

Raya Tak Bisa Cerita

Raya memilih diam. Sebenarnya, ia ingin saja terjun dalam percakapan jika kapasitasnya cukup dan berbobot. Tapi, Raya memilih diam. Menyimak. Mendekap luka dalam-dalam. Berharap amisnya tak menguar suam-suam.

“Nanti kalau mau...” Tapi ternyata Raya tak benar-benar menyimak. Ia hanya nimbrung duduk dan berpura peduli. Masuk cuping kanan, keluar cuping kiri. Mengangguk sesekali terhadap kalimat yang sebenarnya tak ia mengerti. Menjaga bebat kain di hati agar tak lekas kendur dan lepas, memperlihatkan pucatnya perih..

Di ufuk barat mentari hampir pulang. Menuju peluk sang Salak. Memenuhi langit dengan gurat-gurat jingga. Cantik, sebenarnya. Tapi tidak petang ini. Langit Raya biru. Cenderung kelabu..

Raya menopang dagu. Menjadikan cemberutnya mencuat. ‘Kapankah berakhir? Aku ingin segera membuang bah asin ini..‘ ungkap hela napas panjangnya.

Raya tidak bisa bercerita tentang luka. Harus kepada siapa? Sementara sahabat yang biasa, masih sibuk berbahagia dengan segala persiapan menjemput asa. Mana punya waktu menampung lara yang bukan miliknya?

Oh, betapa sekarang Raya merasa sangat jahat telah berpikir begitu atas sahabatnya. Raya menggigit bibir, menahan satu lagi luka yang tak sengaja ia buat sendiri. Mengeluarkan iPod dan memasang handsfree. Memutar Human, Christina Perri. Lima detik. Ia mengutak-atik lagi iPodnya, mencari murottal, mengobati hatinya..




15 komentar:

  1. curahkan kesakitan hati sama Allah, Rayaa :))
    kakak penulis ini emg bhsanyaa :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. akan kusampaikan pada Raya ;)
      masih bahasa Indonesia, kok :)
      ini adikku yang mana yaa? ^^ hehe

      Hapus
    2. Adik kakak yg bercita2 menjadi seseorang dengan balutan jas putih :)
      u know laah ka :D

      Hapus
    3. I see :)
      Semoga tercapai, yah, bu dokter ^^

      Hapus
  2. murottal.....
    ya, anda selalu jadi sosok menyejukkan...

    teruslah menjadi hujan

    BalasHapus
    Balasan
    1. yap, kebetulan saya sedang sebentar-sebentar menurunkan hujan :p
      dan, terima kasih atas kunjungan rutin Anda ~~~\o/

      Hapus
  3. sebentar-sebentar? ya, keistiomahan yang mengagumkan...

    BalasHapus
    Balasan
    1. -_-
      terima kasih jika itu pujian :3 hoho

      Hapus
  4. Semoga ia tak sekedar mengobati dengan mendengar murottal. Mengamalkan isi dari murottal itu juga:)

    BalasHapus
  5. inikah yg waktu di depan masjid itu??

    BalasHapus
    Balasan
    1. I see who you are --,
      And....yes, it was :)
      ...with some chance to change some-(things) hehe

      Hapus
  6. tadi awalnya liat gambar sekilas kok gak cocok dgn postingan. eh ternyata endingnya dia pindah channel denger murottal. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. seperti kata pepatah lama, don't judge a book by it's cover, kak ^^ hehehe

      Hapus
  7. Kadang merasakan apa yg dirasakan raya...
    lagi pengen curhat tapi semua sahabat sibuk semua... hehe

    BalasHapus