Sabtu, 12 Juli 2014

A

Tenang dan ingat;

Jika hatimu lelah;
Basuhlah peluh dengan sabar
Ceritakan dukamu pada tabah
Usap air matamu dengan asa-asa cerah

Kala hatimu luka;
Kuatlah
Allah selalu menyayangimu

Ketika wajah penat pikirkan dunia; berwudhulah
Ketika tanganmu lelah menggapai cita; bertakbirlah
Ketika pundak tak kuasa memikul amanah; bersujudlah

Tunduk dan rendah hatilah saat yang lain angkuh
Teguh saat yang lain runtuh
Tegar saat yang lain terkapar
Ikhlaskanlah takdir
Mungkin bukan atau belum jadi hakmu
Bersabarlah

Dan pada Allah swt; mendekatlah
Agar lelah tak buatmu surut dalam langkah
Yakin dan percaya atas kehendak yang tak mungkin salah
Yakin dan percaya bahwa skenarioNya tak pernah tak berakhir indah

Berpikirlah positif
Karena sesungguhnya Allah bersama prasangka hambaNya
Bukan begitu?

Mengutip seorang panutan umat dalam berbuat; jika sesuatu dirasa semakin sulit, semakin banyak cobaan pun ujian, maka hasilnya nanti tentu akan semakin indah dan kebaikan yang dihasilkan semakin melimpah :)










p.s: dikutip dari sebuah pesan dengan perubahan

23 komentar:

  1. edisi spesial...puisi ala nilam
    tak memperindah kata-kata...tapi amanahnya, introspeksinya pas...

    selamat aktif menulis

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tetot! Komentarnya salah objek :))
      Kan udah ditulisin itu kak,- ’dikutip’

      Hapus
    2. kan dengan perubahan,,,,
      kalau nggak ala nilam, perubahan ala siapa?

      Hapus
    3. ih, kan, tapi, dikit kak -_-
      yasudahlah, sebut ini duet aja hahaha

      Hapus
  2. sumpah, saya bukan orang yang suka dengan puisi..
    tapi serius, puisi ini pesannya nyampe banget ke saya.. :')

    BalasHapus
    Balasan
    1. pun saya, kak :')
      sukaaa sekali, makanya saya bagi di sini :'D

      Hapus
  3. Nyesek puisinya. :'(

    Pangeran Wortel [@HeruAryaa]

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau nilam sih, bergetar bacanya xD
      ...dan dengan sangat amat berat hati, nilam nggak akan bamtu kasih napas buatan..
      mhehe

      Hapus
  4. Wah, ini kalau interpretasiku tentang semakin mendekatkan diri ke Tuhan, ya. Bagaimana dalam keadaan apapun, seharusnya kita mampu terus teguh mendekat pada-Nya :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. yap :D
      petuah tentang betapa gagal itu tidak apa-apa, bukan apa-apa, hehe :')

      Hapus
  5. Puisinya keren,, menginspirasi banget..

    stay ground and keep faith

    BalasHapus
  6. amanah banget puisinya. mudah di pahami dan nyampe ke hati ")

    BalasHapus
  7. Sebenernya saya kurang bisa mengartikan makna puisi.
    Tapi puisi ini, sewaktu membacanya saya bisa menghayati.
    Semoga Allah selalu bersama saya. Amin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. justru yang sederhana, seringkali lebih ngena ya, kak, ya :D yakan yakan? hehe
      aamiin O:)

      Hapus
  8. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  9. Saya sering baca pesan ini dari teman teman, Nilam. Semoga tetap istiqomah kita semua ya^^

    BalasHapus