Kamis, 29 Mei 2014

SNMPTN: Habis Dicubit



Apa yang lebih berharga daripada sebuah tangan yang terulur saat kita jatuh. Menepuk pundak kita, tersenyum, membesarkan hati. Membantu kita menepuk-nepuk noda debu bekas jatuh tadi. Memeluk lewat doa-doanya yang indah, tulusdan ikhlas. Meniup ruh-ruh asa kita agar kembali kuat, merayunya pantang putus, pun berkarat. Menggubah gurat terbalik di wajah mewujud sabit yang megah. Apakah? Adakah? Maukah tambahkan?
Ada tali antara kita. Mengikat persaudaraan, sedikit banyak perasaan. Uswatun Hasanah, Chinta Permata, lihatlah adik-adik kita. Dengar seruan semangat mereka. Ayo, tunjukkan siapa kita. Kakak yang baik bagi mereka. Kakak yang patut dicontoh mereka. Lagi pula, sebenarnya kita biasa sajakan, ya? :P Cuma sedikit lara di dada. Tapi sisanya, ah, tidak ada yang namanya berkabung duka. Cuma biru-birubiasa. Seperti habis dicubit saja. Semangat! (^^)9

4 komentar:

  1. Tuh..dapat dukungan banyak orang...masih mau nggak semangat?


    Aaarrrhhh...keren banget adek kelasnya....kalau nanti aku gagal snmptn bakal digituin juga Sama adek kelas nggak ya.... -telat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Eleuuh, liat ktpnya coba kak :p udah pasti nggak lolos seleksi umur xD

      Hahaiyaaaaaa kak moci :'D makasih banyak yaaa :3

      Hapus
  2. hooo lagi galau galau snmptn ya. semangat yaa masih ada jalan lain, :)) banyak jalan menuju roma kan hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yaa, begitulah hehe. Tapi sekarang udah move on, kok, in syaa Allah :)) hehe

      Hapus