Kamis, 06 Maret 2014

Niya (Sebuah Sesal)

Matanya! Kenapa aku merasa matanya bilang, "Maaf," berulang-ulang? Atau, hanya perasaanku saja?

Niya menundukkan kepala. Mempersempit area sapuan matanya hingga hanya sebatas ubin dan kedua kakinya.

Niya merasa ada yang salah. Kenapa ia harus merasa seperti seorang gadis patah hati lantaran ditinggal pujaan hati —bersama gadis lain yang sedikit lebih tinggi— melenggang pergi… Padahal nyatanya: hanya terlambat mengkonfirmasi kesediaan menjadi MC —pesan tetakhir dari ia yang pergi…


sumber

2 komentar:

  1. sepertinya memang tulisan yang patut untuk dikagumi...saya harus belajar banyak darimu....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jangan berlebihan, aku biasa saja (/.\)

      Hapus