Rabu, 24 Juli 2013

Sketsa

Semut-semut hitam berbaris
Sangat kecil
Sangat detail
Bisakah, kau buatkan sketsanya untukku?

Tanganku tak seperti milikmu yang terampil
Tak sedikit pun ada garis tanda pandai melukis
Jangankan melukis, melihat gambarku sendiri saja aku meringis
Tampilannya kritis

Aku selalu suka bagaimana caramu memberi nyawa dalam secarik sketsa
Suka, bagaimana caramu bercerita dengan bersketsa ria sebagai media
Suka, bagaimana caramu mengemasnya dan membuat banyak orang terkagum atasnya
Aku suka, ya, aku suka

Ada satu sketsa
Sketsa anak manusia
Dengan dagu lancip tak sempurna
Rahang kukuh yang menawan, mempesona
Hidung mancung, mata indah berbingkai sepasang kaca
Siapakah?

Sketsa adalah cermin jiwa, katamu
Oh, oke, akhirnya paham itu datang padaku
Kau masih menyimpannya, ternyata
Koreksi, kau memang tak pernah membuangnya, ternyata
Jadi, boleh, aku menyerah sekarang?





Kamis, 18 Juli 2013
RS Rumah Sehat Dompet Dhuafa

20 komentar:

  1. Aseeeek~
    Suka nih bacanya ...

    Sketsa terakhir itu pasti gak jauh-jauh dari mantan?
    Iya..iya.. Bisa jadi.. Bisa jadi... Iya.. Iya... Begitu seterusnya sampe kiamat kubro.

    BalasHapus
    Balasan
    1. entahlah abang, siapa 'ia' di hatinya :')

      Hapus
  2. dagu lancip tak sempurna........ berati g lancip2 amat dunk

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo lancip banget nanti bisa buat bolongin kaleng sarden dong? haha

      Hapus
  3. >_< keren.keren !! prok.prok.prok (sok ngerti)

    BalasHapus
  4. azeeeggg ~
    keren nih

    tidak, kamu tidak boleh menyerah sekarang :)

    BalasHapus
  5. apa? ada kata kukuh disana.. apakah kamu memanggilku? hahahaahaha
    bagus penggambaran puisinya eh..

    BalasHapus
    Balasan
    1. ahh kegeeran lu kuh, kukuh di situ maksudnya kukuh yg jualan cendol , haha

      keren nih, enakan bacanya

      Hapus
    2. LOL ngakakk :))

      siapakah?
      mungkinkah aku orangnya?
      BISA JADI !! :|

      Hapus
  6. Sketsa kecemburuan

    BalasHapus
    Balasan
    1. masih jaman pake anonim :)

      Hapus
    2. banyak media mengekor *sepik kek bintang* ;p

      Hapus
    3. Hatchim! Apa saya mengenal Anda? :)

      Hapus
  7. agak sulit mencerna kata-katanya.. sketsa tentang dirikah itu atau apa?? tapi keren deh puisinya meski aku belum bisa menangkap apa yg tersirat dibaliknya

    BalasHapus
    Balasan
    1. ini kisah cinta dengan pelukis wajah, ya nggak sih? hehehe

      Hapus
    2. duh, gimana ya? nggak tahu :p

      Hapus
  8. aku gak tau temen-temen :'D
    si pencipta sketsa ini belum pernah langsung kutanya: aku, masih trauma terluka :')

    BalasHapus