Sabtu, 27 Juli 2013

Etiolasi Sukma

Mungkin kau tak sengaja
Mungkin saja
Membuat amunisi auksinku mati sia-sia
Ya, mungkin saja

Gelap, di mana pun kelopakku terbuka
Lapar, di mana pun kucoba cari cahaya
Makro serta mikronutrienku kau injak binasa
Buatku rapuh, kalap tak biasa

Susut tubuh penuh lubang luka
Awalnya hanya kuning, disusul coklat melayu batangnya
Tingkatan tertinggi lembap diraihnya
Tergenang air derai mata

Fotoperiodisme tanpa asa
Tinggalkan duka menganga
Dalam kelebat sukma
Samsara...

6 komentar:

  1. Samsara..
    mendulang duka kecewa :(

    BalasHapus
  2. fragmen puisinya gak terarah, kamu cuma fokus dengan pemilihan kata yg diadobsi langsung dari bahasa biologi, jadi terkesan sulit, tapi makna cuma intinya gitu aja, Luka hati . . . .

    mending diolah lagi,

    kan puisi ada 3 tahap
    - latar
    - konflik
    - penyelesain (gebrakan disini)

    tapi jangan marah ya, itu cuma menurut ku, soalnya dulu ada anak sastra di jawa timur aku komen puisinya dan puisi teman2nya di antologi yg udah mereka buat, e mereka marah dan tersinggung

    BalasHapus
  3. tenang aja kak, aku kebal singgung kok ;p
    lagian betul kok, analisis kak inem :p
    aku pas dapet materi itu beberapa hari lalu, yang kebetulan lagi badmood tingkat tinggi tiba-tiba pingin aja masukin unsur itu. Walau pun jadinya maksa :D
    tapi kalau gak diposting, aku pikir sayang :D muehehe :3
    but, overall, thanks a lot kak, masukannya :)

    BalasHapus
  4. itu bahasa apa kak?aku bingung T.T tapi bagus kok puisinya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih :D
      itu habis belajar biologi, hehe
      tapi maksa :p

      Hapus