Senin, 21 Januari 2013

Hujan Punya Cerita Tentang Kita-Part IV

Malam ini, aku menulis lagi. Entah untuk siapa kali ini, aku pun tak tahu pasti..

Ranahku seketika dirundung sepi. Ditelikung sepotong rindu yang kritis terkuliti.
Aku tak bisa menerjemahkan ini. Aku tak mampu menetralisir gejolak hati.
INI BUKAN PUISI!!!

Aku sungguh tak tahu dengan kosa kata apa harus mengartikannya. Karena aku ingin setiap kalimatku bernyawa! Bisakah kaureka?


Lembar demi lembar kenangan kujajaki kembali. Dalam kitab yang tak pernah sedikit pun kubiarkan debu menempel padanya. Kitab Pusaka Cinta, begitu kau menyebutnya. Isinya beragam. Selain puisi, sajak, dan syair, kau bubuhi pula sketsa-sketsa hitam putih penuh makna. Ya! Aku tak pernah bosan mebukanya.

Pun jejak-jejak di dunia maya yang nyaris kita lupa. Kutelusur kembali perjalanan pada setiap masanya. Bahkan, hingga jauh hari sebelum kusempat kau kenalkan sastra. Dunia yang kini kita sama-sama menggelutinya.


Malam ini, aku menulis lagi. Namun kini aku sudah dapatkan subjek tulisanku. Ya! Siapa lagi kalau bukan kamu. Ternyata ini untukmu. Ternyata rinduku ini telah benar-benar menyatu denganku. Sampai aku tak sadar ia telah menutup mataku. Untuk melihat sosok aslinya, rindu.
Ia telah begitu akrab denganku. Sampai aku lupa bagaimana rasanya rindu..


Malam ini, kurasa akan menjadi malam yang amat panjang buatku. Mataku sama sekali enggan terpejam. Pacu jantungku berdetak tak karuan.
AKU MENUNGGU HUJAN!!!


Aku yakin, kau tak pernah lupa. Pun denganku. Memang, ada apa dengan hujan? Dan, berapa banyakkah kenangan yang tercipta kala hujan? Banyakkah? Kurasa, yaa, tidak juga..
Lalu apa istimewanya?


Aku ingat betul pernyataanmu tentang hujan. Kau bilang, sebelum kenal aku kau tak pernah mengagumi hujan. Begitukah? Karena jika ya, berarti kita sama! Dan itu juga berarti, bahwa kekaguman akan hujan bukan datang dariku, atau darimu, melainkan dari hujan itu sendiri! Hujan membuat kita semakin dekat. Itulah yang istimewa..


Kesamaan itu milik kita. Itulah salah satu sebab aku cemburu. Cemburu terhadap rekanan-rekananku yang mulai berbondong-bondong menguntil jejakku mengagum hujan. Seperti tak ada yang lain saja.





Eng, hei, kamu!? Iya, kamu..
Terimakasih yaa, sudah sabar menunggu..
Dengan setia, tanpa sebiji jagung pun meragu..
Kapan kita hujan-hujanan lagi..??
Aku sudah rindu.............














Salam hangat untuk kamu,
Pengagum Hujan yang merindu :)

52 komentar:

  1. kata" nya bagus, puitis dan penuh makna :)

    BalasHapus
  2. siapakah sosok kamu disebalik hujan yang kau rindukan?? #ehmm :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siapakah kiranya? Kiranya siapakah? :D
      *ketuk palu ala dalang*

      Hapus
    2. siapakah kiranya??saksikan setelah yang mau lewat berikut ini... :D

      Hapus
  3. cikicieeewww. hujan2an sama si itu *uhuk*

    memang.. nyaris selalu ada rindu di setiap rintik hujan :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe :D

      Iya kak, bahkan memang ada loh, penelitian yang menyebutkan bahwa hujan memiliki 'sesuatu' (katakanlah itu, sihir) yang dapat membuat seseorang teringat akan suatu kenangan pribadi miliknya.

      Hapus
  4. hei,,,kita sama-sama menyukai hujan... :)
    aku suka hujan karena ada kenangan bersamanya saat hujan. entahlah, apakah aku merindukan hujan karena kenangan atau karena orang yang berada dalam kenangan itu?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Horaaay \(^O^)/
      sejauh ini anak BE yang suka hujan udah 3 orang nih, yang aku tau, selain kita, kak nabila juga suka :D

      Ya.. Hujan memang benar-benar Rahmat Tuhan yang ajaib. Banyak pula penelitian yang menguarkan kandungan-kandungan positif air hujan..
      Dan untuk kita, para pengagum hujan. Entah apa pun itu alasan kita, yang pasti turunnya hujan mampu menyihir desir-desir hati ;)

      salam hangat, sesama pengagum hujan :)

      Hapus
    2. Aku mencintaimu sedalam aku mencintai hujan .. *eh*

      TOS dong sesama pecinta hujan :))

      Hapus
    3. @Nur Aini: salam hangat juga :)
      @Nabila: #balas TOS

      Hapus
  5. wah..wah..puisi istimewa..penyair selalu menyajikan keindahan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aduduh.. Aduh.. Aduh..
      Jadi malu :D *tutupin muka*

      Hapus
  6. Aku juga suka hujan, sekedar mensyukuri nikmat Tuhan. :) Dan aku juga pernah hujan-hujanan sama seseorang, banjir-banjiran malah. :")

    BalasHapus
    Balasan
    1. waaw :D seru amat sampe banjir-banjiran X))

      Hapus
  7. Ditunggu part V nya yaw :D

    BalasHapus
  8. Rain is good :)
    Always good (y)

    BalasHapus
  9. Ciyeee buat siapa tuuhh???
    Mention dong orangnya
    Ħέ:p -̶•-̶•̸Ϟ•̸-̶̶•-̶̶Ħέ:p -̶•-̶•̸Ϟ•̸-̶̶•-̶̶Ħέ:p

    BalasHapus
  10. aku suka hujan, karna di bawah hujan ...
    ah sudahlah yang terpenting aku suka hujan :D

    BalasHapus
  11. ayokkk... besok kalo hujan turun, kita hujan2nan lagi *ehh

    BalasHapus
  12. cie cie cie, pasti si kamu nya ini langsung klepek2 hahahaha setelah baca ini cie cie

    BalasHapus
    Balasan
    1. isi tulisannya
      cukup berkesan dan mempunyai nyawa..:)

      seolah2 merasakan ya

      Hapus
    2. wah emang merakan apa za, ujan2 nan ya, ntar masuk angin hahaha

      Hapus
    3. thanks rizaaa :D

      yang ada nih, om munir, aku yang diajarin nulis kek gini sama dia :)

      Hapus
  13. dear sahabat hujan,

    saya juga senang sekali berlari bersama hujan
    bercengkrama dengan setiap tetes yang mengalir dengan tulusnya
    merengkuh saya, kamu, lalu bumi
    merengkuh kita yang mensyukuri kedatangannya
    boleh ya, hujan kita bagi bersama?

    toh sendiri menikmatinya akan terlalu sepi.
    ada baiknya berkawan, berbagi dan membuat kenangan

    ^^
    salam sahabat~ :)

    BalasHapus
  14. Lanjutkan...
    Hujanya belum reda-reda ya, sampe2 banjir nih... he he he

    BalasHapus
  15. kapan kita ujan-ujanan lagi?heheheheee

    BalasHapus
  16. "Kesamaan itu milik kita"
    So sweet banget kata katanya :)

    BalasHapus
  17. kayak judul buku aja lho.... aku prnah baca novelnya. :)

    BalasHapus
  18. Aku juga suka hujan..
    Tapi nggak yang terlalu besar..
    Soalnya aku jadi susah ngeliat jalanan..
    Semuanya jadi keliatan buram..
    Dan akhirnya aku nggak konsen berkendaraan.. Hahaha

    Keren nih kata-katanya =)

    BalasHapus
  19. Hujan memang selalu memberikan kesan tersendiri dari setiap penikmatnya. Termasuk kerinduan :)

    BalasHapus
  20. Hemm, jadi inget dulu sama mantan lari pas hujan2 gitu dan celana pendek gw yang kelonggaran melorot mulu,, Hujan pun punya cerita buat gw.. :D

    BalasHapus
  21. Tulisan ini ternyata udah hampir setahun yg lalu yaa umurnya, tp ak nyesel knpa baru hari ini ak nemuin tulisan ini.. Iyaaa, tulisan ttg H.U.J.A.N..!!! Kerap kali ak pengen cari tmn, kawan, bahkan sahabat yg juga mengagumi hujan kyak ak.. Sekarang ak nemuin kalian duhai pengagum hujan.. Ini tulisan2ku ttg hujan ada di blogku ini http://mahala-pengagum.blogspot.com (Mahala Pengagum Hujan)
    Salam kenal ^_^

    BalasHapus