Selasa, 26 Juni 2012

Temani Aku Saja

Mereka, berbondong-bondong mendatangiku
Berebut perhatian demi didengar ceritanya olehku
Mengaju pinta akan apa pendapatku
Tentang ini? Itu?
Dan bla-bla-bla sebagainya

Aku, tak keberatan memang
Namun kesepian bukan berarti tak pernah datang
Pertanyaan dalam dada pun mulai berkumandang
"Kepada siapa kiranya curahan hati 'kan tertuang?"

Hingga kau hadir
Terbang ke titik nadir
Membawa awan-awan yang jatuhkan hujan sejuta bulir
Menggelinding bergelur gulir
Membasuh sauh hati sesegar buah pir


Kamu, boleh temani aku saja?
Jangan kemana-mana?
Menetaplah dalam sukma
Meneduhlah dalam dada

Aku rasa bahagia saat bersama
Tak peduli cela dan cerca mendera
Kau kokohkan dinding-dinding nyawa
Kalahkan arus gundah di dasar samudera

Tidak ada komentar:

Posting Komentar