Selasa, 07 Agustus 2012

Selamat Ulang Tahun, Kamu...

Teng! Teng! Teng! Teng! Teenggg!
Jarum panjang menunjuk ke angka dua belas. Tepat.

Ya. Hari kini telah berganti. Menginjak akhir di Bulan Juni. Dua Puluh Sembilan. Angka yang banyak bukan? Namun kuharap bahagiamu hari ini lebih banyak dari itu. Semoga..

Enam Ribu Lima Ratus Tujuh Puluh Lima hari bukanlah waktu yang sebentar untuk melihat dan mengenal dunia. Dan janji pasti itu pun kembali menghantui. Ya, suatu saat nanti. Tapi kamu tak ambil pusing. "nikmati saja hari ini.." ucapmu. Aku pun setuju. Selagi kita tetap mengisinya dengan hal-hal positif, tak ada yang perlu ditakutkan, bukan?

Hari ini. Tepat hari ini. Kuantitas usiamu bertambah satu. Semua orang berramai-ramai mengucapkan selamat padamu. Mendoakanmu. Mengajukan pinta yang terbaik padaNya bagimu. Tiba-tiba aku teringat tulisanmu. Tulisan yang kau buat saat ulang tahunku..
Aku terdiam..Aku sadar ilmuku tak sebanyak kamu. Aku tak mampu berpuisi seindah kamu. Membuat catatan tentang betapa istimewa hari kelahiranku. Dan memamerkannya. Padahal aku sendiri tak begitu menghiraukannya. Aku selalu merasa hari itu sama seperti hari-hariku yang biasanya. Hampir tak pernah ada yang istimewa..

Aku sering menaruh iri pada teman-temanku yang berulang tahun. Entah kenapa, mereka selalu terlihat bahagia. Tapi kenapa aku tidak? Sampai kamu datang dan mengubahnya..

Kamu tahu? Kamu yang membuatnya berbeda.. Dan merombak pola pikirku tentang makna hari lahir. Terutama di bulan ini. Di bulan Juni ini. Di bulan lahirmu. Apa yang sebenarnya terjadi? Risau. Galau. Dan banyak kegundahan yang menyapaku. "Sebentar lagi ulang tahunmu. Sebentar lagi ulang tahunmu." kalimat itu melayang-layak di benakku. Apa yang harus kulakukan untukmu? Yang mampu kuberi?Dengan segala keterbatasan aku sadar, aku tak ada apa-apanya dibanding kamu. Banyak kejutan yang kamu lakukan untukku. Tapi malah tega kukacaukan niat baikmu itu!?

Maaf.. Aku mungkin tak sepuitis kamu. Inspirasiku hanya sebatas duniaku sendiri ditambah kamu. Tak luas memang, tapi kamu berbaik hati melebarkannya untukku. Kamu kenalkan padaku duniamu dengan segala kelengkapan isinya!

Kamu.. Sekejap mencuri kotak frasaku.. Membuatku tak bisa berkata-kata.. Membuatku hanya bisa menyimpan kekagumanku di dalam hati kecilku saja.. Ya, ruang kecil di rongga dada itu telah penuh olehmu.. Penuh dengan bunga-bunga abadi yang kau tanam..

Maaf, aku tak buatkan kamu catatan, puisi, atau pun karya tulis lainnya. Tak kubuatkan kamu kue, pesta, kejutan, bahkan hadiah istimewa. Tak seperti yang kamu lakukan. Tak seperti yang kamu berikan..
Bahkan untaian doa pun tak sebutkan. Hanya saja, maaf, tak kusebut di sini bukan berarti aku sama sekali tak mendoakanmu.. Aku ingin mengirim dan memberitahukan isinya hanya padaNya semata. Karena memang hanya Dia Yang Maha Mengetahui. Maha Bijaksana. Maka ketahuilah, jikat ada suatu pintamu yang tak dipenuhiNya, harapmu yang dibelokkanNya, bukan berarti Dia tak sayang atau tak mendengarkanmu, melainkan menunggu waktu yang tepat untuk mengganti dengan yang lebih baik bagimu. Dan memupuk ketegaran hatimu selagi masa penantian itu. Ingatlah, Dia mungkin memang tak memberimu apa yang kamu inginkan, namun yang kamu butuhkan. Percayalah, Dia lebih tahu apa yang paling kamu perlukan. Maka, berbahagialah..

Pernah suatu ketika kau katakan padaku;
"Kau, jadi inspirasiku
Di kala aku senang
Di kala aku sedih
Hingga ku selalu berdiri"
kupikir seharusnya akulah yang mengatakannya padamu.. Kamu.. Memang yang paling mahir menyanjungku. Memuji serta meninggikanku atasmu..
Kamu.. Begitu menyita hatiku..


Aku.. Menyayangimu.. Bagaimana pun kamu..
Aku juga akan berusaha -sebisaku- selalu mendampingi setiap pijakmu. Aku akan sekuat tunggang meski nyawaku serabut. Asal bersamamu, kuyakin aku akan mampu.

Aku memimpikan, -bersamamu- berdua kita bangun dinding kokoh yang lebih kuat dan lebih tangguh dibanding Berlin dan China. Dinding yang akan berdiri tegak tempat kita bersandar dikala lelah, menguatkan ketika lemah, menopang disaat kita goyah. Agar kata 'kita' selalu bermakna 'aku dan kamu'..

Juga -masih denganmu- kita gali 2 lubang dalam. Satu untuk menampung kebahagiaan dan menanamnya. Dan satu lagi untuk membuang kesedihan lalu menguburnya..
Ya! Aku ingin melakukannya denganmu.. Satu lagi..
Aku ingin..
Kita..
Selalu merayakan ulang tahun bersama..
Ulang tahunmu..
Ulang tahunku..
Ulang tahun kita..
Dalam lingkup suka cita asa dan cinta..
Kini.. Esok.. Dan seterusnya..
Semoga...



Selamat Ulang Tahun, Cinta.. (˘⌣˘)ε˘`)
Doaku melingkupimu..
(っ˘з˘)っInsya Allah..

2 komentar: