Kamis, 14 Juni 2012

nashrullah

بِِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْحُ
وَرَأَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُونَ فِي دِينِ اللَّهِ أَفْوَاجًا
فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ إِنَّهُ كَانَ تَوَّابًا

bismillah hirrahman nirrahim
idzaa jaa anashrullaahi wal fath ☺ wa ra aitannaa sayad khuluu na fiidii nillaahi afwaajaa ☺ fasabbih bihamdi rabbika wastaghfirh. innahuu kaa natawwaa baa ☺

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, lagi Maha Penyayang
apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, ☺ dan engkau melihat manusia berbondong-bondong masuk agama Allah. ☺ maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampunan kepada-Nya. sungguh, Dia Maha Penerima tobat. ☺


ya الله peluk aku agar bisa merasakan ketenangan~
hapus keraguanku agar bisa merasakan keikhlasan~
usap hatiku agar dapat kuresapi ketenangan~

“Allah hu akbar. Allaah hu akbar,” surau-surau menggemakan seruannya. menggetarkan dengung-dengung ajakan untuk menyembahNya, Yang Maha Perkasa. puja dan puji mengalun merdu. melantunkan asmaNya. mengetuk kalbu. ‘melenakan’. begitu, jika meminjam kata khas penyair yang kukagumi.

kewajiban pun telah ter-checklist otomatis dalam schedule tipis harian di hatiku. mengisi dahaga jiwa. akan kebutuhan rohani yang kerontang merangrang. berdialog dengan Tuhan Yang Esa nan Penyayang. sungguh, kenikmatan yang tiada banding.

kutengadahkan tangan. kutundukkan pandangan. bertumpu pada titik lembut sajadah di hadapan.
tetes air mata berjatuhan. bergulir di pipi, perlahan. menyesapi kenangan dan perbuatan. juga lilitan dosa yang tak ringan.

ya الله Tuhan Semesta Alam. tak henti-hentinya syukur kulebatkan. atas rahmah, berkah, nikmah dan hikmah yang Kau curah. atas pertolongan yang senantiasa datang. ketika hambaMu membutuhkan.

nashrullah!
ditiup angin pada pasir-pasir dingin. sketsanya jelas sudah dikitabkan. pada Lauh Mahfudz yang tak mungkin lagi terelakkan. kekhilafan demi kekhilafan yang kulakukan, Kau berikan selalu petunjuk jalan kebenaran.

ya الله masih pantaskah diri ini menggapai ampunan? namun janji pasti itu tak mungkin ditunda, bukan? hanya saja memang waktunya dirahasiakan. entah kapan? tak ada satu pun yang bisa memastikan. bergidik aku, tak mampu bayangkan. tapi tak jua mampu 'tuk lupa dan menyingkirkan. dan sebagai makhlukNya, kita sudah seharusnya taat!

semoga nashrullah selalu mengiringi setiap langkah yang kita pijak. kerna kuasaNya begitu luas dan melimpah berarak. kursiNya saja membelah langit menghunus bumi. memantau kita di atas Arsy. tak lengah sama sekali. memang Dia Sang Maha Teliti.

untuk itu, sahabat, marilah kita berinrtrospeksi. berlomba-lomba membenahi diri. dengan menyucikan hati dan nurani. meninggalkan nafsu semu kehidupan di bumi. demi kebahagiaan yang kekal di akhirat nanti.

meminjam pepatah, ‘tak ada gading yang tak retak’. tak pula ada manusia yang sempurna. kita semua memiliki kelebihan, serta kekurangan masing-masing. selayaknya menggunakannya dengan bijaksana. berbumbu sedapnya aroma wibawa. saling melengkapi satu sama lain. Nabi dan Rasul pun juga manusia. ujian yang menghampiri mereka bahkan lebih berat dan tak sama sekali mudah. lalu, apa yang salah dengan kita? kita punya Tuhan yang sama. Tuhan yang tak akan meninggalkan sedetik pun hambaNya. tinggal kembali pada individu masing-masing. bagaimana menyikapi cobaan demi cobaan yang mencoba mengecup keteguhan hati. percayalah pada nashrullah! pertolongan itu pasti datang. bagi hamba yang bersabar.

LA TAHZAN WA LAA TAKHAF!
jangan! jangan bersedih! Allah itu dekat! Allah selalu bersama kita. Allah tak akan membiarkan seorang pun hambaNya menangis. ini hanya terapi. terapi untuk meningkatkan kualitas iman dalam hati. dan nashrullah, adalah janji Allah yang tak mungkin teringkari..
tetap semangat, sahabat. ada kebagiaan yang menanti di depan. optimis dan raih yang kau impikan.
You'll Never Walk Alone. God Beside You. Angels Around You. aku, dia, mereka, bersamamu.
smile! :')

Tidak ada komentar:

Posting Komentar