Minggu, 06 Mei 2012

Hujan Punya Cerita Tentang Kita-Part II

Bagiku, hujan menyimpan senandung liar yang membisikkan 1001 kisah. Tiap tetesnya yang merdu berbisik lembut, menyuarakan nyanyian alam yang membuatku rindu mengendus bau tanah basah. Bulir-bulir yang jatuh menapak diatas daun, mengalir lurus menyisakan sebaris air di dedaunan. Sejuk, mirip embun.
Hidup seperti ini. Aku bisa merasakan senja yang bercampur bau tanah basah sepeninggal hujan. Seperti kanvas putih yang tersapu warna-warna homogen indah. Dentingan sisa-sisa titik hujan di atas atap terasa seperti seruling alam yang bisa membuatku memejamkan mata. Melodi hidup, aku menyebutnya seperti itu. Saat semua ketenangan bisa kudapatkan tanpa harus memikirkan apa pun.-Ranggadipta


Hujan, bagiku seperti tarian indah yang bersenandung, yang membawa pesan dari gemuruh langit. Indah. Indah sekali.
Kalian tahu?
Saat ini-karena hujan-aku begitu mengkhawatirkan seseorang!! Amat sangat!!
Aku rinduu sekali padanya..
Entah apa ia bisa rasakan itu saat ini? Saat hujan tak henti tertumpahkan, sebab kegundahan langit?
Bukankah hujan rela dijatuhkan tinggitinggi dari cumulus hitam, demi mencerahkan kembali Sang Atap? Sang Langit?
Seperti itulah aku.. Kepada mereka yang kucinta ♥
Aku rela harus turun jauh ke bumi. Dihempas lepas langit melalui awan. Agar tawanya kembali bersemayam! Aku rela!
Jika memang itu membuat mereka bahagia. Membuat mereka yang kusayangi sukses kelak. Aku rela! Aku rela!
Dan.. Tak peduli seberapa tajam sang dingin merajam kulit. Seketika aku merasa kulitku menebal sendiri. Mengatur suhu dan kehangatan dalam tubuhku ini. Lewat darah yang mengalir berdesir. Maka, hujan tak pernah membuatku dingin. Namun hangat. Ya! Hangat! Hangat akan senyuman yang tercipta. Senyum tipis yang terlukis, oleh kenangan manis.
Kenangan. Manis. Saat. Hujan. :')
*In Memoriam,
Friday, November 19th 2011






In Rain - Sunday, May 6th 2012

2 komentar: