Selasa, 08 Mei 2018

Definisi Setia

"Apa definisi setia bagi kakak?" balasnya.

Waw dibalik waw. Bermula dari percakapan santai tentang kronologi hp hilang, tiba-tiba muncul pertanyaan itu. Haha, agak menyebalkan, tapi kujawab juga, "Setali tiga uang dengan apa yang KBBI katakan," sahutku sembarang.

Well, ternyata pertanyaan itu menghantui. Penyebabnya tak lain karena jawaban yang kuberikan pada adik tingkatku yang cerdas itu tidak benar-benar berangkat dari hatiku. Kutulis begitu demi mempercepat cuap saja, padahal belum jua kutengok apa kata KBBI tentangnya. Mianhae, dek (-"-)v

Kantor di kepalaku akhirnya bekerja. Misinya pagi ini ialah menekan tanda tanya besar yang menyembul-nyembul di dada, menuntut tanggung jawab dari seseorang yang mengaku gemar menulis dan berpikir untuk membuat jawaban sendiri. Alhasil, voilĂ ! Jadilah definisi itu. Please introduce, setia bagiku, ialah tidak berubah.

Senin, 12 Februari 2018

BPK Kawal Harta Negara: Itu Berat, Kecuali dengan Pendekatan Transparansi dan Akuntabilitas Zaman Now

Rindu itu berat?
Aku tak akan kuat?
Biar kau saja yang rasa?
Eleuh, eleuh. Meuni lebih berat kerja BPK atuh, Dilan.

Bayangkan, sebagai lembaga negara yang independen dan sejajar dengan presiden, Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) sebagai penyelenggara amanah UUD 1945 (pasal 23 E) memiliki tanggung jawab besar sebagai Pengawal Harta Negara.

Negara yang dimaksud adalah dari ujung ke ujung, timur ke barat, selatan ke utara; top-down dan grassroot sekaligus. Semuanya, seluruhnya. Jelas tidak sebanding dengan rindu yang hanya membuat hati cengeng tersedu-sedu. Dilan tahu, nggak, tentang itu?

BPK adalah pemeriksa semua asal-usul dan besarnya penerimaan negara, dari manapun sumbernya. BPK memeriksa semuanya, seluruh keuangan negara; meliputi penerimaan dan pengeluaran negara –baik berupa pajak dan non pajak, seluruh aset dan utang-piutang negara, penempatan kekayaan negara, dan sebagainya.BPK harus mengetahui tempat uang negara itu disimpan dan untuk apa uang negara itu digunakan, agar penggunaannya tepat guna, tepat sasaran. Untuk kemudian apa? Tercipta pemerintahan yang bersih sih sih dan bebas dari korupsi.

Bicara tentang keuangan negara serta upaya pemberantasan korupsi, sudah seyogyanya penyelenggaraan suatu negara melakukan pengelolaan yang transparan dan akuntabel atasnya. Sebab jika tidak, akan banyak kemungkinan terjadinya ketimpangan bahkan penyelewengan pada sektor keuangan, yang dapat mengakibatkan pecahnya krisis kepercayaan di masyarakat dan berujung pada terhambatnya pencapaian tujuan Pertiwi.

Kamis, 11 Januari 2018

Once upon a pain...

Once upon a pain, there was a girl who can’t be moved. She have to face a separation that she preparated yet.
She update a status, looks like a dark grey all along. Then her sister asked her why.
“Someone left. Allah stay, sih, tapi kok tetep sedih,...


Once upon a pain, there was a girl who can’t be moved. She have to face a separation that she preparated yet. She update a status, looks like a dark grey all along. Then her sister asked her why.
“Someone left. Allah stay, sih, tapi kok tetep sedih, ya?” she said.
Yo wajar. Manusiawi. Kita makhluk sosial, seindividual apapun akan sedih ditinggal yang kerap berinteraksi. Rasulullah butuh sahabat. Musa butuh Harun. Allah itu ada dalam setiap kondisi. Udah pasti. Tapi coba, pas sayyidati Khadijah wafat, pas Hamzah wafat, pas Mush'ab bin Umair wafat, Rasul sedih ga? Allah tetep ada kan?” and she cry a river.

Rabu, 10 Januari 2018

Dare to Inspire and Execute!

DARE TO INSPIRE AND EXECUTE! adalah tema Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Fakultas tahun lalu, di mana kala itu saya ikut meramaikan dengan turut bertanding sebagai finalis!
Rasanya luaarrr biasa! Bahkan bisa saya pastikan bahwa itu adalah momen...
credit to: @mawapresfip

DARE TO INSPIRE AND EXECUTE! adalah tema Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Fakultas tahun lalu, di mana kala itu saya ikut meramaikan dengan turut bertanding sebagai finalis!
Rasanya luaarrr biasa! Bahkan bisa saya pastikan bahwa itu adalah momen pendewasaan diri terbaik, setelah kegalauan studi pasca SMA.
How can? Because that event almost killin’ me inside. Awal perkuliahan saya tapaki dengan kealfaan diri dalam kelas sebab coaching dan melengkapi administrasi.
Don’t know about you when read it, but I was going frustrated. Ini keteter, itu keteter. Uang kostan, uang kuliah, uang hidup sebulan: ngalirnya ke sana semua; ngeprint ini, ngopi itu, nyetak foto, jilid KTI, beli map-materai-lem-karton-dan segala ATK yang tiba-tiba raib dari tempat pensil dan kamar.
Ya dateline tugas, ya teman kelas, amanah organisasi, tuntutan orang rumah; jadi cabang-cabang yang berdesakan penuhi pikiran —di samping beban mewakili prodi dalam perhelatan. Iya, beban. Karena ada harapan yang tiba-tiba ditimpakan pada bahu yang sempit nan rapuh ini, atas harum mewanginya nama prodi, meningkatnya eksistensi, dan citra kawan juang selatar belakang: aktivis, organisatoris.

Selasa, 09 Januari 2018

[2/...] Hai, Apa Kabar?

Kebanyakan sahabat tercipta begitu saja. Tidak pernah tahu persis kenapa jadi dekat. Cocok satu sama lain, kompak, dan bersama-sama dengan sendirinya. Sebagian tentunya ada yang menjadi sahabat selepas pertengkaran hebat.
Bagaimana dengan kita?...



Kebanyakan sahabat tercipta begitu saja. Tidak pernah tahu persis kenapa jadi dekat. Cocok satu sama lain, kompak, dan bersama-sama dengan sendirinya. Sebagian tentunya ada yang menjadi sahabat selepas pertengkaran hebat.
Bagaimana dengan kita? Seingatku, bermula dari salah panggil kala itu. I called you kak, padahal kita sepantaran. Then you correct me, the you text me. Sangat SKSD tapi entah kenapa aku tak khawatir sama sekali, padahal kita saling asing.
Kita punya banyak kesamaan atas kesukaan, kurasa itu, iya bukan? Hobi kita sama, bacaan kita sama, penulis kesukaan pun sama. Bedanya, apa? Aku organisatoris, kamu tydac. Bahkan benci, ahahah.
Lambat laun, kita mencair begitu saja, menjadi sejoli tanpa disahkan sesiapa. Kau senantiasa jadi yang pertama kucari dan tumpahkan cerita. Pun sebaliknya.
Bahasan kita beragam; mulai dari ajakan les Bahasa Arab bersama, isu yang berkembang di sekitar, berlomba dalam pencapaian dan prestasi, hingga pilekmu yang mampet atau meler pada suatu senja. Ter-la-lu.